Prancis Menjadi Favorit Juara Piala Dunia 2026
Tim nasional Prancis menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 setelah tampil sempurna di fase grup menjelang laga perebutan kelolosan ke babak 16 besar melawan Swedia.
Performa gemilang Les Bleus mendapat pengakuan dari berbagai pihak karena dinilai memiliki pondasi tim yang sangat kokoh dan materi pemain lokal berkualitas.
Legenda sepak bola Brasil, Romario, menyatakan kekagumannya terhadap perkembangan tim Samba sekaligus memberikan pujian tinggi untuk kekuatan skuad Prancis saat ini.
"Saya sangat senang bermain di Piala Dunia 1994 di sini di Amerika Serikat. Itu 32 tahun yang lalu, dan saya merasa sangat gembira dan antusias tentang apa yang sedang terjadi, terutama tim nasional Brasil, yang sedang berkembang pesat," ungkap Romario kepada RMC Sport.
Brasil sendiri berhasil menembus babak 32 besar setelah menang telak atas Haiti dan Skotlandia, serta dijadwalkan bertanding melawan Jepang pada Selasa dinihari WIB.
"Dan, saya terkesan dengan timnas Prancis, yang mana menurut saya, tim terbaik di dunia saat ini," Romario menambahkan.
Selain Romario, dukungan juga datang dari Bupati Banggai, Amirudin, yang menilai kombinasi talenta lokal dan pengalaman bintang elite domestik menjadi senjata utama Prancis.
"Alasan saya memilih Prancis karena mereka memiliki deretan pemain top dunia. Selain itu, banyak dari mereka yang merupakan pemain PSG, club Liga Prancis yang juara Piala Champion. Skuad mereka sangat kuat karena diisi oleh banyak talenta lokal berkualitas," ungkap Amirudin saat ditemui wartawan di rumah jabatannya, Selasa (30/6) malam.
Amirudin bahkan memprediksi Prancis akan tampil mendominasi dan sukses membungkam Swedia pada laga hari Rabu (1/7).
"Saya prediksi Prancis unggul melawan Swedia 2-0," kata Amirudin.
Dilansir dari BBC, kunci ketajaman Prancis juga terletak pada fleksibilitas taktik pelatih Didier Deschamps yang mengoptimalkan peran bebas Kylian Mbappe serta melakukan penyesuaian formasi dari 4-2-4 menjadi 4-4-1-1 yang lebih rapat.
Sementara itu, mantan bintang Prancis, Michel Platini, justru memiliki pandangan berbeda mengenai calon juara turnamen tahun ini saat menghadiri sebuah acara di Turin.
"Saya rasa nasib Cristiano ada di tangannya sendiri" cetus Platini saat ditanya mengenai kandidat terkuat.
Platini lebih memilih menjagokan Portugal yang dinilainya mampu memberikan kejutan besar melalui kontribusi lini tengah mereka.
"Saya bertaruh pada Portugal. Jika Anda melihat bagaimana Paris Saint-Germain bermain dengan para pemain Portugal di lini tengah, saya yakin mereka mampu mengejutkan kita di turnamen ini," tutur Platini seperti dilansir situs Foot Mercato.
Ia juga memberikan pandangannya mengenai dedikasi fisik dan gairah bermain yang dimiliki oleh megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo.
"Saya yakin nasib Cristiano Ronaldo ada di tangan nya sendiri dan di dalam hatinya. Dialah yang akan memutuskan apa yang akan dilakukannya dan kapan melakukannya. Jelas bahwa fisiknya berbeda dengan saya, yang akan memungkinkannya untuk terus bermain lebih lama," Platini melanjutkan.
Mantan pemain Juventus ini kemudian mengenang kembali masa lalunya yang terpaksa menyudahi karier sepak bola lebih awal.
"Saya kurang beruntung karena cedera pada Piala Dunia 1986 dan tragedi Stadion Heysel; saya mengalami banyak hal yang memaksa saya pensiun lebih awal," dia menambahkan.
Platini menegaskan bahwa keputusan pelatih untuk tetap memainkan Ronaldo adalah langkah yang tepat selama sang pemain masih memiliki motivasi tinggi.
"Jika Ronaldo masih memiliki gairah terhadap sepak bola—dan memang demikian—dia pasti ingin terus bermain. Jika pelatih terus memainkannya, saya yakin pelatih itu benar," mantan bintang Prancis itu menambahkan.