Pramono Anung Ungkap Penyebab Pembangunan SDN Cipete Utara 01 Molor

Share

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan penyebab tertundanya pembangunan gedung SDN Cipete Utara 01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hingga hampir setahun pada Kamis (30/7/2026). Dilansir dari Detikcom, keterlambatan tersebut dipicu perubahan rencana pengerjaan dari gedung sekolah biasa menjadi bangunan bertingkat konsep mixed use.

Rencana awal pengerjaan sebenarnya hanya dirancang untuk mendirikan fasilitas pendidikan empat lantai. Namun, dinamika perencanaan di tengah jalan memunculkan usulan pembangunannya ditingkatkan hingga 20 lantai.

"Problem utama di SDN 1 Cipete adalah ketika di awal perencanaannya untuk SD dengan tingkat empat tingkat. Kemudian dalam perjalanan berubah menjadi mixed use, dibangun ke atas kurang lebih menjadi 20 tingkat," kata Pramono di TPS 3R Menteng Atas, Jakarta Pusat.

Perubahan konsep yang dinilai memicu ketidakpastian tersebut berdampak langsung pada terhentinya pengerjaan fisik di lapangan.

"Dan dalam perjalanan maju-mundur, maju-mundur, maju-mundur dan enggak jadi, sehingga ada pembangunan yang terbengkalai," lanjut Pramono.

Menanggapi kendala tersebut, orang nomor satu di DKI Jakarta ini bertindak cepat dengan memanggil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta beserta jajaran terkait. Ia menginstruksikan pembenahan difokuskan terlebih dahulu pada pemenuhan fasilitas dasar pendidikan siswa.

"Kemarin saya sudah memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan jajaran terkait yang berkaitan dengan ini. Saya minta untuk segera diselesaikan untuk SD-nya dulu," ucap Pramono.

Fasilitas gedung sekolah dinilai menjadi prioritas utama agar kegiatan belajar dapat kembali beroperasi secara normal.

"Untuk urusan mixed use berikutnya, tetapi yang paling penting SD-nya segera selesai dan segera bisa digunakan. Mengenai kapannya nanti saya jawab kalau sudah finalisasi untuk itu," tutur Pramono.

Proyek yang mulanya ditargetkan selesai dalam rentang waktu enam bulan tersebut terus mengalami penundaan dari jadwal semula. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko, menyampaikan bahwa target penyelesaian baru diupayakan mundur ke akhir tahun ini.

"Rencananya, September selesai dan sekolah sudah bisa kembali menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM)," kata Sarwoko.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author