Prabowo Targetkan Angka Kemiskinan Turun Jadi 6 Persen pada 2027
Presiden Prabowo Subianto menargetkan tingkat kemiskinan Indonesia berada di rentang 6,0% hingga 6,5% pada tahun 2027, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Penurunan sasaran tersebut disampaikan dalam agenda Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN TA 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Target baru kemiskinan itu tercatat lebih rendah dibandingkan sasaran pada APBN 2026 yang dipatok pada kisaran 6,5% sampai 7,5%.
"Dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif, kemiskinan di tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5% dari target APBN 2026 6,5 sampai 7,5%," kata Prabowo.
Selain indikator kemiskinan, pemerintah merencanakan penurunan tingkat pengangguran terbuka pada tahun depan menjadi 4,30% hingga 4,87%.
"Tingkat pengangguran terbuka tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 4,30 sampai 4,87%, turun dari 4,44 sampai 4,96% di tahun 2026," katanya.
Target indikator kesejahteraan lainnya mencakup perbaikan rasio gini ke rentang 0,362 sampai 0,367 dari angka tahun ini sebesar 0,377 sampai 0,380, serta peningkatan Indeks Modal Manusia menjadi 0,575.
"Angka-angka tersebut akan kita jaga dengan reformasi fiskal yang holistik dan konsisten. Pendapatan negara didorong lebih optimal. Kebocoran penerimaan harus diminimalisasi, efisiensi belanja terus dilanjutkan," katanya.