Presiden Prabowo Perintahkan BPI Danantara Genjot Sektor Pariwisata

Share

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi baru kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk ikut mendongkrak sektor pariwisata domestik di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (22/6/2026).

Sektor pariwisata nasional dinilai masih menyimpan potensi yang sangat besar, namun pengembangannya memerlukan fokus yang lebih terarah, seperti dilansir dari Detik Finance.

"Iya memang kalau dilihat kan potensi tadi kita juga bicara di dalam, potensi pariwisata kita ini memang sangat luar biasa. Tetapi memang kita harus lebih memfokuskan. Karena kita diberikan begitu banyak opsi kadang-kadang kita mesti fokus mana yang kita mau kembangkan," kata Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).

Kondisi kepariwisataan Indonesia saat ini tercatat masih tertinggal dalam hal jumlah kunjungan wisatawan asing apabila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

"Pertama dari tidak hanya dari jumlah pariwisatanya saja. Memang kalau kita lihat jumlah pariwisata di Indonesia kan kita memang dibandingkan mohon maaf negara-negara ASEAN masih tertinggal cukup lumayan jauh ya dibandingkan Malaysia, Thailand, Singapura, dan yang lain-lain," papar Rosan.

Ketertinggalan tersebut tidak hanya terjadi pada aspek kuantitas pelancong, melainkan juga pada rata-rata jumlah uang yang dihabiskan oleh para turis selama berkunjung.

"Bukan hanya dari jumlah pariwisatanya sendiri, tapi juga bagaimana kita meningkatkan apa, average spending-nya kita juga kalah. Average spending kita itu baru US$ 1.100 mungkin lebih per day. Nah gimana untuk meningkatkan average spending-nya juga," terang Rosan.

Pemerintah menyikapi situasi ini dengan merancang strategi komprehensif untuk menyasar berbagai segmen pasar guna meningkatkan volume kunjungan dan pengeluaran wisatawan.

"Jadi kita bisa mengambil semua lapisan dari pariwisata yang lebih mass market tetapi juga yang high end atau yang lebih ke experience gitu ya," ujar Rosan.

Langkah implementasi program pembenahan pariwisata ini dipastikan akan mempertimbangkan banyak faktor penunjang, mulai dari kesiapan moda transportasi, aksesibilitas bagi masyarakat dan turis, fasilitas logistik, hingga standar kebersihan tempat wisata.

"Nah itu semua kan harus dilihat secara keseluruhan. Jadi itu akan diidentifikasikan nanti rencananya destinasi-destinasi baru untuk pariwisata yang tentunya Danantara bisa berperan aktif juga," pungkas Rosan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author