Presiden Prabowo Pangkas Belanja APBN 2025 Sebesar Rp306 Triliun Demi Efisiensi

Share

Presiden Prabowo Subianto mengungkap sejumlah persoalan mendasar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Dari sisi pembelanjaan, Kepala Negara menemukan banyak pengeluaran negara yang tidak efisien serta terbuang percuma.

Langkah tegas diambil dengan memotong anggaran sebesar US$18 miliar pada tahun 2025. Kebijakan ini merealisasikan efisiensi anggaran senilai Rp306,69 triliun pada APBN 2025 melalui pengurangan jatah dana di beberapa kementerian dan lembaga.

"Saya memangkas pengeluaran yang tidak perlu senilai US$18 miliar, uang yang sebelumnya mengalir ke kantong para pejabat korup alih-alih digunakan untuk melayani rakyat," ujar Prabowo dalam wawancara dengan media Prancis, Atlantico.fr, dikutip Senin (8/6/2026).

Masalah lain juga terlihat dari sektor penerimaan negara, di mana rasio pajak Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih tertahan di angka 11-12%. Dilansir dari Bloomberg Technoz, capaian tersebut menjadi yang paling rendah di antara negara-negara anggota G20 yang rata-rata mampu menyentuh level 30%.

Posisi penerimaan ini bahkan berada di bawah performa negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Menurut Presiden Prabowo, kondisi ini dipicu oleh praktik lancung pelaporan nilai transaksi yang lebih rendah dari nilai sebenarnya atau underinvoicing.

Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami kerugian finansial yang sangat besar akibat manipulasi tersebut. Nilai kerugian negara akibat praktik di sektor perdagangan itu diperkirakan mencapai lebih dari US$900 miliar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author