Prabowo Subianto Yakini Program Makan Bergizi Gratis Buka Tiga Juta Lapangan Kerja

Share

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu membuka hingga tiga juta lapangan pekerjaan baru. Program ini juga diproyeksikan dapat menggerakkan peredaran uang dalam jumlah besar hingga ke tingkat pedesaan di Indonesia.

Keyakinan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan sambutan dalam acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Kalau nanti program ini berjalan di puncaknya, kita bisa memberi makan 80 sekian juta, 83-85 juta, 30 ribu dapur berjalan dengan benar dan baik, kita bisa menghasilkan 1,5 juta pekerjaan formal dan mungkin 1,5 juta lagi pekerjaan yang nyata di ekonomi pedesaan, 3 juta lapangan kerjaan. Uang yang beredar di desa akan sangat besar. Jadi saudara-saudara, saya yakin dan saya percaya program ini akan berhasil," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak-anak sekolah merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional. Program ini dirancang demi mengatasi realitas di lapangan terkait kondisi sarapan anak-anak sebelum memulai aktivitas belajar.

"Makan bergizi gratis ini konsepnya adalah sangat sederhana, bahwa kenyataan kita menemukan bahwa sebagian dari anak-anak kita tiap pagi berangkat ke sekolah tidak makan pagi. Bahkan di rumahnya jarang makan yang bergizi," ucap Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Dampak buruk dari kekurangan gizi kronis atau stunting disorot tajam karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak secara optimal. Fenomena ini tercatat masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia dengan angka persentase yang signifikan.

"Ada bagian-bagian negara kita yang lebih dari 20 persen, mendekati 30 persen, anak-anak kita kurang gizi. Yang terjadi adalah apa yang disebut stunting, sel otak kurang berkembang, sel otot kurang berkembang, sel otak, otot dan tulang kurang berkembang," ucap Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Kondisi keterbatasan gizi tersebut dinilai membatasi peluang masa depan anak-anak dalam mengakses pendidikan dan pekerjaan yang layak. Pengalaman empiris mengenai hambatan perkembangan anak-anak ini ditemukan langsung oleh Presiden saat berdialog dengan warga daerah.

"Artinya, satu, dia tidak akan berkembang sesuai potensi dia sebagai manusia normal, berarti kemampuan dia di bawah normal. Berarti yang kita menemukan dia kadang-kadang untuk lulus SD saja susah. Bahkan mungkin dia tidak bisa mengganti pekerjaan bapaknya sebagai petani, sebagai buruh harian atau sebagai nelayan," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Program MBG memegang peran strategis dalam memperkuat kualitas generasi penerus bangsa sekaligus mengadopsi langkah yang telah diterapkan oleh sejumlah negara maju. Keberhasilan program ini dipastikan akan mendorong kemajuan masif pada sektor perekonomian nasional.

"Jadi program ini adalah sangat penting. Dan program ini, kalau berhasil, akan menimbulkan suatu kemajuan yang sangat besar untuk ekonomi kita," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Operasional puluhan ribu dapur MBG nantinya diproyeksikan mampu menyerap hasil produksi petani serta pelaku usaha lokal secara optimal di berbagai daerah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author