Populasi Ikan Red Handfish di Tasmania Terancam Punah, Hanya Tersisa 250 Ekor

Share

Ikan red handfish yang unik karena berjalan menggunakan siripnya di dasar laut kini menghadapi ancaman kepunahan dengan populasi yang sangat terbatas di perairan Tasmania, Australia. Spesies ini hanya memiliki ukuran kecil sekitar 6 sentimeter dan bergerak sangat lambat karena keterbatasan kemampuan berenangnya yang disebabkan oleh bentuk sirip dada dan sirip perut yang menyerupai tangan dan kaki. Berdasarkan data dari A-Z Animals, jumlah ikan dewasa red handfish atau Thymichthys politus diperkirakan kurang dari 250 ekor di habitat aslinya yang terbatas.

Dr Jemina Stuart-Smith dari University of Tasmania menjelaskan bahwa kondisi habitat yang terdegradasi dan populasi yang kecil membuat spesies ini sangat rentan terhadap kepunahan.

Karena keterbatasan berenang, red handfish cenderung menetap di sekitar habitatnya selama 7-8 minggu saat bertelur, dengan jumlah telur yang relatif sedikit yaitu 30-60 butir yang menempel pada alga dan struktur dasar laut. Red handfish merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di beberapa lokasi di Tasmania seperti Port Arthur, Fortescue Bay, Lobster Point, dan Forestier Peninsula, serta ditemukan juga di Primrose Sands menurut penelitian terbaru.

Upaya konservasi dilakukan oleh Institute for Marine and Antarctic Studies (IMAS) University of Tasmania dengan program penangkaran dan pelepasan kembali ikan hasil pemijahan ke habitat aslinya untuk meningkatkan populasi sekaligus mempelajari perilaku dan kebutuhan habitat ikan langka ini. "Kami telah memberikan kesempatan terbaik bagi red handfish untuk bertahan hidup, dan setiap pelepasan membantu kami mempelajari lebih lanjut dan berupaya memulihkan spesies ini," kata Dr Jemina.

Joel Sartore, fotografer dari Amerika Serikat, turut mendokumentasikan red handfish dalam proyek Photo Ark yang mengabadikan potret spesies yang hampir punah ini di terumbu karang Tasmania. Proyek Photo Ark yang dimulai sejak 2006 bertujuan mengabadikan berbagai spesies langka dan penting bagi keanekaragaman hayati dengan dasar cinta terhadap hewan dan pelestarian alam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author