Polisi Tangkap Wanita Penyewa Eksekutor Pembunuhan Mantan Suami di Bekasi
Aparat kepolisian menangkap seorang wanita berinisial SJ yang menjadi dalang pembunuhan mantan suaminya, BS, seorang warga negara Korea Selatan di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Aksi keji tersebut dipicu oleh masalah rumah tangga dan keinginan menguasai harta korban, seperti dilansir dari Detikcom.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa motif tindakan ini didasari oleh permasalahan personal yang mendalam antara pelaku dan korban.
"Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menemukan bahwa motif tersangka SJ diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati dan konflik yang telah berlangsung lama dengan korban," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Selain faktor asmara, motif ekonomi juga menjadi alasan kuat di balik tindakan nekat yang diambil oleh tersangka SJ dalam melancarkan aksi pembunuhan tersebut.
"Selain itu, tersangka juga diduga memiliki keinginan untuk menguasai harta milik korban. Adapun tersangka HW mengaku menerima tawaran tersebut karena alasan ekonomi dan kebutuhan finansial," imbuh Kombes Sumarni.
Tersangka SJ menyewa pembunuh bayaran berinisial HW dengan menjanjikan imbalan berupa uang tunai hingga ratusan juta rupiah untuk menghabisi nyawa mantan suaminya.
"Dari hasil penyidikan juga diketahui bahwa tersangka SJ memberikan sejumlah uang kepada tersangka HW untuk melaksanakan pembunuhan terhadap korban dengan total pembayaran sebesar Rp 139 juta yang diberikan secara bertahap," tutur Kombes Sumarni.
Aparat keamanan kemudian menciduk tersangka HW selaku eksekutor di lokasi tempat kerjanya yang berada di area Kota Bekasi. HW mengakui segala perbuatannya dan mengungkapkan bahwa rencana pembunuhan ini telah disusun sejak akhir tahun 2025.
"Tersangka HW menerima sejumlah uang sebagai imbalan untuk menghabisi nyawa korban dan beberapa kali melakukan pemantauan terhadap aktivitas korban sebelum aksi dilaksanakan," ucap Kombes Sumarni.
Kasus ini pertama kali terungkap setelah jasad korban ditemukan oleh anak perempuannya sendiri di dalam rumah pada Rabu (27/5) sore dalam kondisi bersimbah darah.