Polisi Tangkap Pembunuh Wanita yang Dibuang di Tol BORR
Aparat kepolisian dari Polresta Bogor Kota dan Polda Jawa Barat menangkap pelaku pembunuhan wanita berinisial AA (25) yang jasadnya ditemukan tergeletak di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanahsereal, Kota Bogor, pada Sabtu (23/5) dini hari.
Dilansir dari Detikcom, korban ditemukan sekitar pukul 01.15 WIB dalam kondisi mata tertutup kain dan mengalami luka sayatan pada bagian leher akibat dibuang oleh pelaku dari atas Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR).
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berpamitan kepada pihak keluarga pada Jumat (22/5) sekitar pukul 22.00 WIB untuk keluar minum kopi bersama temannya.
Kapolsek Tanahsereal Kompol Dody Rosjadi menjelaskan bahwa informasi mengenai aktivitas terakhir korban tersebut didapatkan berdasarkan keterangan dari pihak keluarga kepada penyidik.
"Bahwa dari keterangan saudara korban, yaitu menerangkan bahwa korban pada pukul 22.00 WIB pamit mau ngopi di luar sama temannya," kata Dody.
Pengejaran terhadap pelaku sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial, di mana pelaku yang mengendarai mobil merah milik korban memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan tol sebelum akhirnya terguling di jalur darurat.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro membenarkan bahwa video penangkapan tersebut dilakukan oleh tim gabungan Ditreskrimum dan Polresta Bogor Kota.
"Ya betul, itu pelakunya. Dari Ditreskrimum sama Polresta Bogor Kota melaksanakan penangkapan tersebut," kata Rio.
Kombes Rio Wahyu Anggoro juga mengonfirmasi kebenaran rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pelaku saat melempar tubuh korban dari atas Tol BORR hingga jatuh ke Jalan Sholeh Iskandar.
"Bener (rekaman CCTV korban dilempar dari Tol BORR) suatu kesatuan, sama kejadian penangkapan yang viral di jalan tol," kata Rio.
Pihak kepolisian kini telah resmi menetapkan pelaku sebagai tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus pembunuhan tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Bagus Azi Lesmana Putra menyatakan bahwa pelaku ditangkap beberapa jam setelah jasad korban ditemukan setelah mengalami kecelakaan saat dikejar petugas.
"Pelaku sudah kita amankan dan sudah kita tetapkan tersangka, beserta barang bukti juga sudah kita amankan," kata Azi.
Pihak kepolisian berencana untuk memaparkan rincian kasus ini secara lebih lengkap dalam konferensi pers yang dijadwalkan berikutnya.
"Benar korban dilempar (oleh pelaku) dari atas tol ke bawah (ke Jalan Sholis). Cukup ya, lengkapnya kita sampaikan saat pers release besok," kata Azi.
Paman sekaligus orang tua angkat korban, Syamsudin (52), menegaskan bahwa hubungan antara pelaku dan korban merupakan teman sekolah lama dan membantah adanya hubungan asmara di antara keduanya.
"Kalau pelaku dengan almarhum itu teman sekolah, berarti dia bukan pacar. Sekali lagi, dia (pelaku) bukan pacar, dia cuma teman. Sama dengan saya, kalau ketemu teman sekolah, kalau reuni, ya namanya orang teman, komunikasi, terus nyambung," kata Syamsudin.
Syamsudin meyakini keponakannya tidak memiliki masalah pribadi dengan pelaku karena korban merupakan sosok mandiri yang dibesarkannya sejak yatim piatu.
"Jadi memang tidak punya masalah, saya yakin tidak ada masalah. Dan saya pastikan bahwa almarhum dengan pelaku bukan pacarnya. Saya berani katakan karena anak ini saya yang didik, saya yang besarkan, dia adalah teman sekolahnya yang lama tidak pernah ketemu," kata Syamsudin.
Menurut Syamsudin, AA merupakan sosok pekerja keras yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana S-1 dengan hasil keringatnya sendiri.
"Almarhumah ini adalah anak yatim piatu, bapaknya sudah meninggal, ibunya sudah meninggal, karena kebetulan saya yang merawat dia dari kecil, dari sebelum sekolah sampai besar. Saya pengganti orang tuanya," kata Syamsudin.
Syamsudin menambahkan bahwa korban juga dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan di mata rekan-rekan kerjanya maupun pihak keluarga.
"Almarhumah pekerja keras, saya mendidik dia dari kecil sampai SMA, habis itu dia bekerja sambil kuliah. Lulus sarjana S-1 sambil kerja. Sampai sekarang dan sama rekan-rekan kerjanya itu dia dikenal dermawan. Apalagi keluarga," kata Syamsudin.
Pihak keluarga menyampaikan harapan agar pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal, seperti hukuman mati atau penjara seumur hidup, karena telah menghilangkan nyawa orang lain.
"Harapan saya dan keinginan saya untuk pelaku dihukum setimpal perbuatannya. Dia menghilangkan nyawa seseorang berarti dia harus hilang nyawa juga, itu keinginan saya. Nyawa harus dibalas nyawa. Kalau bisa ya dihukum mati, paling enggak seumur hidup," kata Syamsudin.
Syamsudin menyayangkan tindakan keji pelaku yang tetap merenggut nyawa keponakannya meskipun tujuan utamanya mungkin hanya ingin menguasai harta benda milik korban.
"Karena almarhumah ini anak saya yang tidak mempunyai salah. Toh, kalau memang seseorang mau mengambil sesuatu dari dia, apakah itu harta, perhiasan, mobil, silakan. Tapi jangan mengambil haknya yang Maha Kuasa, yaitu menghilangkan nyawa seseorang," kata Syamsudin.
Pihak keluarga turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada aparat kepolisian yang berhasil mengidentifikasi korban dan menangkap pelaku dalam waktu cepat.
"Saya, selaku pribadi dan orang tua dari almarhumah, mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada pihak kepolisian. Dengan waktu yang sesingkat-singkatnya, nggak bisa dihitung jam, tetapi semua bisa terungkap. Dari Almarhumah dibuang dari atas tol, kemudian tidak membawa identitas, dengan sidik jari sudah terbongkar identitas almarhumah," kata Syamsudin.
Saat ini, tersangka pelaku pembunuhan tersebut telah diamankan dan berada di bawah penanganan pihak Polda Jawa Barat.
"Berkat kerjasama seluruh aparat kepolisian, baik yang di Bogor, maupun yang di polda, Alhamdulillah tidak sampai hitungan 1×24 jam, hitungan jam, pelaku sudah bisa diamankan dan sekarang sudah ada di Polda Jawa Barat," kata Syamsudin.
Seorang warga sekitar lokasi kejadian bernama Dian (51) mengaku tidak mengetahui secara langsung peristiwa pembuangan jasad tersebut karena warung kopinya sudah tutup saat malam hari.
"Kalau kejadiannya saya nggak tahu, kan saya tutup warung kalau malam, nggak tidur di sini juga. Saya tahu juga dari anak-anak, udah ramai viral katanya, tapi kalau lokasinya memang di situ katanya," kata Dian.
Dian menjelaskan bahwa kawasan di sekitar Jalan Sholeh Iskandar cenderung sepi pada malam hari dan sering dilewati kendaraan dengan kecepatan tinggi.
"Kalau malam disini kan sepi, mobil motor juga kenceng kalau malam. Saya juga tahu karena tadi ada orang tanyain lokasi yang meninggal itu di mana, kejadiannya mah nggak tahu sama sekali," kata Dian.
Paman korban, Syamsudin, juga sempat mendatangi titik penemuan jasad di putaran arah lampu merah Simpang Yasmin untuk memastikan lokasi keponakannya ditemukan.
"Iya, ke sini mau cek lokasinya saja. Katanya di situ lokasi, ada tanda biru di tengah jalan," kata Syamsudin.