Polisi Ekshumasi Makam Korban Keracunan Sate Misterius di Boyolali

Share

Aparat kepolisian mengekshumasi makam Aminah (57) yang meninggal dunia akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan kiriman dari orang tidak dikenal di Sindon, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.

Kematian tragis ini terungkap setelah korban ditemukan tidak bernyawa pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, seperti dilansir dari Detikcom. Saat ini, pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi resmi dari Biddokkes Polda Jawa Tengah untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

Kecurigaan mendalam dirasakan oleh pihak keluarga atas kematian mendadak yang menimpa korban tersebut.

"Kejanggalannya karena apa? Malam sebelum peristiwa itu (korban ditemukan meninggal), kan sempat dikirimi makanan oleh seseorang," kata Kuasa hukum keluarga almarhumah Aminah, Wiwik Dwi Habsari, saat dihubungi pada Selasa (2/6/2026) malam.

Berdasarkan keterangan hukum, korban menerima kiriman sate dari sosok tidak dikenal pada Senin, 18 Mei 2026. Anak korban sebenarnya sudah memberikan peringatan keras agar ibunya tidak menyantap makanan yang tidak jelas asal-usulnya tersebut.

"Anaknya menyampaikan bahwa, 'Ibu, untuk makanan ini jangan dimakan. Karena memang itu pengirimnya tidak jelas. Dari seseorang mana kan enggak jelas.Akhirnya Ibu menyampaikan bahwa 'ya sudah kalau memang disuruh buang iya saya buang'. Tapi awalnya sempat berucap, 'Wah, makanan enak kok enggak dimakan,' Begitu," terang Wiwik.

Anak-anak korban juga sempat menawarkan diri untuk membelikan makanan pengganti yang lain agar sang ibu mengurungkan niat memakan sate misterius itu.

"Jadi putra-putranya sempat menyampaikan, 'Sudah enggak usah (dimakan) besok saya belikan saja, Bu.' Ngoten. 'Oh ya Yo wes nek ngono'," sambungnya.

Namun, korban diduga tetap mengonsumsi sate tersebut setelah anak-anaknya lengah. Jenazah korban pertama kali ditemukan keesokan paginya oleh sang anak yang berniat menitipkan cucu ke rumah korban.

"Jadi, yang keluarga ketahui bahwa orang tuanya pada saat itu pagi jam 7 pagi ketika anaknya mau ngantar cucunya, nitipkan cucunya ke rumah, ternyata almarhumah sudah enggak ada (meninggal), sudah terbujur kaku dengan mengeluarkan muntahan sama sedikit busa di mulut. Itu keterangannya dari tetangga yang sempat ikut mengangkat jenazah korban," imbuh Wiwik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author