Polisi Amankan Bandara Incheon Buntut Ancaman Pembunuhan Pelatih

Share

Kepolisian Korea Selatan mengerahkan 160 personel dan 25 petugas di Bandara Incheon, Seoul, untuk mengamankan kepulangan tim nasional dari Piala Dunia 2026. Penjagaan ketat ini merespons adanya ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada pelatih kepala Hong Myung-bo. Menurut laporan kantor berita Yonhap dan De Telegraaf, ancaman tersebut berasal dari seorang individu anonim di sebuah forum daring.

Pelaku secara terbuka menyatakan niatnya untuk membunuh sang pelatih setibanya skuad Taegeuk Warriors di negara asal. Tim nasional Korea Selatan tersingkir lebih awal di babak grup kawasan Amerika Utara setelah hanya menorehkan satu kemenangan. Harapan mereka pupus menyusul kekalahan dari skuad Afrika Selatan pada pertandingan terakhir kualifikasi grup.

Skuad tersebut sebelumnya bertolak menuju turnamen dengan target tinggi karena bermodalkan deretan pemain yang disebut sebagai generasi emas. Kegagalan ini memicu gelombang kekecewaan luas dari para pendukung domestik.

Menghadapi tekanan eskalatif dan hasil yang jauh dari ekspektasi, Hong memutuskan untuk melepas jabatannya. Ia menyatakan penyesalannya sekaligus mengakhiri masa tugas kedua bersama tim nasional. "Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para penggemar dan pendukung sepak bola Korea Selatan. Hari ini saya mengundurkan diri dari tim nasional sepakbola," kata Hong Myung-bo dilansir dari Antara.

Dalam pernyataannya, pelatih berusia 57 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya mengambil pendekatan paling strategis selama memimpin skuad. Evaluasi mendalam diakuinya kerap dilakukan sebelum mengambil setiap langkah taktis. "Selama dua tahun terakhir saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama setiap kali harus mengambil keputusan penting, memilih pemain, atau mempersiapkan sesi latihan dan pertandingan: apakah ini pilihan yang tepat untuk sepak bola Korea?" ujar Hong.

Meskipun memilih mundur, Hong memastikan bahwa keputusannya tidak mengurangi harapannya terhadap masa depan sepak bola di negaranya. Ia mendambakan tim nasional dapat segera bangkit dari keterpurukan ini. "Walaupun saya mengundurkan diri sebagai pelatih tim nasional hari ini, hati saya tetap untuk sepak bola Korea.

Saya berharap tim nasional bisa berkembang menjadi tim yang kembali mendapatkan kepercayaan dan cinta dari masyarakat," kata Hong. Hong sebelumnya tercatat pernah menangani tim nasional Korea Selatan dengan peran serupa pada pergelaran Piala Dunia edisi 2014 silam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author