Polda Riau Rehabilitasi 1.200 Hektare Pesisir Kuala Selat Terdampak Abrasi
Polda Riau menggelar Ekspedisi Merah Putih Presisi di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (15/8/2026), untuk menjangkau wilayah pesisir sekaligus memulihkan lingkungan terdampak abrasi, dilansir dari Detikcom.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wamen PPA/TPPO Veronica Tan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Bupati Indragiri Hilir Herman, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, serta Sosiolog Prof Robertus Robet.
Kuala Selat menjadi titik penting karena sekitar 1.200 hektare kebun masyarakat rusak akibat abrasi pada 2021 setelah benteng alami berupa mangrove tersapu gelombang. Perjalanan menuju lokasi berjarak 25 kilometer dari Polsek Kateman memerlukan waktu 45 hingga 60 menit menggunakan speedboat.
Kondisi jalur perairan dipengaruhi pasang-surut air laut, serta kawasan pantai bermulut lumpur setinggi lutut hingga paha. Penanaman mangrove diharapkan menjadi benteng alami sekaligus menghadirkan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan komitmen jajarannya untuk hadir di wilayah terluar pesisir Riau.
"Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi," kata Irjen Herry.
Menurut Kapolda, abrasi di kawasan pesisir bukan sekadar ancaman terhadap lingkungan, melainkan juga mengikis ruang hidup dan mata pencaharian warga setempat.
"Ketika pesisir tergerus, yang kita pertaruhkan bukan hanya tanah. Ada kebun masyarakat, sumber penghidupan dan masa depan generasi berikutnya. Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya," ujar Irjen Herry.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan bahwa pemulihan lingkungan di Kuala Selat sejalan dengan semangat Ekspedisi Merah Putih Presisi yang turut didorong oleh Kapolri.
"Ekspedisi Merah Putih Presisi yang juga dipromosikan oleh Kapolri itu adalah dengan cara memulihkan lingkungan. Daerah di sini memang sangat membutuhkan sentuhan pemulihan lingkungan yang luar biasa besar," kata Jumhur.
Pemerintah mendorong penanaman mangrove seluas 500 hektare dan menargetkan perluasan hingga 1.000 hektare. Program ini mencakup pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan selama tiga tahun yang teranggarkan untuk menciptakan Green Jobs bagi masyarakat.
"Jadi bukan sekadar menanam lalu ditinggalkan. Mulai dari pembibitan, penanaman sampai pemeliharaan itu teranggarkan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan honor untuk pemeliharaan selama tiga tahun," kata Jumhur.
Rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini diisi dengan penyerahan bantuan sembako, bantuan mesin ketinting, serta matching grants kepada 13 kelompok masyarakat dampingan PPIU M4CR Riau, yang dilanjutkan penandatanganan komitmen menjaga pesisir dan penanaman mangrove.