Pola Makan Ibu Hamil Berdampak Pada Growth Fetal Stunting

Share

Gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan dapat dipicu oleh kesalahan pola konsumsi asupan nutrisi selama masa kehamilan. Kondisi asupan gizi yang buruk berpotensi membatasi perkembangan janin hingga meningkatkan risiko komplikasi medis fatal.

Seperti dilansir dari HaiBunda, para pakar kesehatan menegaskan bahwa janin sepenuhnya menggantungkan kebutuhan nutrisinya melalui plasenta. Asupan mikronutrien yang kurang optimal dapat mengganggu perkembangan organ dan memicu cacat lahir bawaan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi status gizi perempuan sebelum dan selama masa gestasi memegang peran kunci. Kurangnya nutrisi dasar berisiko memicu kondisi pembatasan pertumbuhan janin atau fetal growth restriction.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mencatat bahwa kondisi janin yang tumbuh lebih kecil dari usia kehamilannya berkolerasi kuat dengan hasil perinatal yang buruk. Dampak terburuknya adalah peningkatan risiko kematian janin dalam kandungan secara signifikan.

Konsultan Obstetri dan Ginekologi di Federal Medical Centre, Abeokuta, Dr. Jimoh Saheed, memaparkan jenis nutrisi krusial yang ditransfer ibu ke janin. Transfer nutrisi utama ini mencakup glukosa, asam amino, protein, vitamin, serta mineral.

"Malnutrisi parah dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan bayi secara alami," ungkap Saheed.

Saheed menjelaskan bahwa malnutrisi parah saat hamil terjadi akibat rendahnya asupan gizi, gangguan penyerapan tubuh, atau kehilangan nutrisi karena penyakit. Beberapa penyakit pemicu di antaranya diare, celiac, HIV, tuberkulosis, serta mual muntah berlebihan.

Kekurangan zat besi dan asam folat berisiko memicu anemia pada ibu hamil. Sementara itu, defisit kalsium dan vitamin D memengaruhi kesehatan ibu dan hasil akhir kehamilan.

"Risiko langsung bagi bayi yang mengalami keterlambatan pertumbuhan intrauterin adalah, jika terus berlanjut tanpa penanganan yang tepat atau tanpa perhatian, hal itu dapat menyebabkan kematian janin intrauterin atau keguguran," kata Saheed.

Konsultan Obstetri dan Ginekologi di Aminu Kano Teaching Hospital, Kano, dr. Sule Abdullahi, menambahkan bahwa buruknya nutrisi memperlemah sistem imun ibu. Kondisi ini membuat ibu hamil rentan terkena infeksi dan anemia berat.

"Hal itu dapat menyebabkan anemia, yaitu kadar darah rendah dalam tubuh. Jika anemia terjadi dan parah, bisa menjadi salah satu penyebab kematian ibu," ungkap Abdullahi.

Pola makan yang keliru juga berdampak pada kelahiran prematur dan pemicu penyakit kuning neonatal. Abdullahi menyebutkan organ hati bayi prematur belum matang sehingga sulit memproses bilirubin, yang pada tingkat parah berisiko merusak otak.

Tenaga medis mengimbau setiap ibu hamil untuk segera berkonsultasi jika mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian demi mencegah keterlambatan penanganan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author