PNM Ajak Nasabah Mekaar Studi Banding ke Solo Kembangkan Olahan Singkong

Share

Upaya meningkatkan kapasitas usaha para pelaku skala ultra mikro terus digenjot oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melalui berbagai pendekatan pemberdayaan. Dilansir dari Detik Finance, keterbatasan modal bukanlah satu-satunya rintangan yang dihadapi oleh kelompok pengusaha ini, melainkan juga minimnya akses terhadap inspirasi serta pengetahuan bisnis. Oleh karena itu, perusahaan BUMN tersebut berupaya secara berkelanjutan untuk memandu para nasabah program Mekaar agar dapat menemukan sekaligus memajukan potensi bisnis masing-masing.

Peningkatan kompetensi wirausaha diyakini menjadi pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga secara jangka panjang. Berpegang pada prinsip tersebut, perusahaan menyelenggarakan program Reward Studi Banding yang diperuntukkan bagi para Ketua Kelompok nasabah PNM Mekaar. Berbagai wawasan baru disajikan dalam kegiatan tersebut, terutama mengenai teknik transformasi komoditas bahan baku sederhana menjadi aneka produk turunan yang bernilai jual lebih tinggi.

Salah satu lokasi pelaksanaannya berada di kota Solo, di mana para peserta memperoleh pelatihan langsung mengenai pengolahan singkong agar bisa dijadikan makanan ringan seperti slondok maupun gemblong. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan praktik langsung ini diharapkan mampu memicu lahirnya berbagai gagasan segar yang aplikatif bagi bisnis nasabah. Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa metode observasi dan praktik di lapangan terbukti menjadi salah satu langkah paling jitu untuk mengasah kemampuan wirausaha, terutama yang berawal dari skala dapur rumah tangga.

"Di bawah naungan Danantara, PNM terus memperkuat pelayanan yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan belajar dari praktik terbaik. Kami ingin setiap pengalaman yang diperoleh para nasabah mampu diterjemahkan dan diajarkan kembali ke anggota kelompoknya menjadi inovasi usaha yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga," ujar Kindaris dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Inisiatif pembinaan ini menegaskan bahwa langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah tidak sekadar bertumpu pada pencairan dana pinjaman. Lewat perluasan cakupan pengetahuan, para perempuan pengusaha skala ultra mikro didorong agar lebih jeli membaca potensi di lingkungan sekitar mereka. Hal ini pada akhirnya akan mendongkrak standar mutu produk serta memperkokoh posisi mereka dalam persaingan pasar. Strategi pendampingan ini juga ditujukan untuk memupuk rasa percaya diri nasabah dalam menciptakan dampak finansial yang signifikan bagi keluarga.

Manfaat dari metode edukasi langsung ini telah dirasakan dampaknya oleh para peserta studi banding. Salah satu nasabah, Dyah Wulandari, menyampaikan bahwa pikirannya kini jauh lebih terbuka terhadap inovasi bisnis. Observasi terhadap proses produksi olahan singkong yang sukses meningkatkan harga jual barang membuatnya kebanjiran ide baru untuk diterapkan pada usahanya sendiri.

"Seneng, jadi tahu bahan baku yang selama ini ada di sekitar kita ternyata bisa diolah menjadi produk yang lebih menarik. Saya jadi tidak sabar mencoba hal baru dan mengembangkan usaha saya," ungkapnya.

Lebih jauh lagi, rutinitas pertemuan dalam agenda ini turut mengeratkan tali silaturahmi serta kolaborasi di antara sesama nasabah Mekaar. Tolok ukur keberhasilan program yang dijalankan oleh PNM tidak murni dilihat dari akumulasi keilmuan yang didapat peserta, melainkan juga dari terbentuknya jaringan kerja sama yang kuat dan mentalitas untuk berani berinovasi. Sinergi antara dukungan finansial dan pembekalan keterampilan ini dirancang khusus untuk membangun fondasi bisnis yang tangguh. Tujuannya agar para nasabah mampu menaikkan skala usaha mereka, siap beradaptasi dengan pergerakan tren pasar, dan mandiri secara ekonomi dalam memajukan lingkungan masyarakat sekitarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author