Ahli Gizi Ungkap Perbandingan Pisang dan Apel untuk Kesehatan Usus
Menjaga sistem pencernaan dapat dilakukan melalui konsumsi buah harian. Dua jenis buah yang kerap menjadi pilihan utama masyarakat adalah pisang dan apel.
Meski sama-sama menyehatkan, keduanya memberikan dampak yang berbeda bagi sistem pencernaan. Pemilihan antara kedua buah ini bergantung pada kebutuhan nutrisi usus yang ingin dipenuhi.
Seperti dilansir dari Detik Food, ahli gizi membeberkan kandungan serta keunggulan masing-masing buah tersebut untuk organ pencernaan.
Pisang populer berkat kandungan kaliumnya. Namun, fungsi pisang terhadap organ pencernaan utamanya ditopang oleh serat serta pati di dalamnya.
Pisang yang belum matang sepenuhnya atau masih agak hijau menyimpan kandungan pati resisten yang cukup tinggi. Jenis pati ini tidak gampang dicerna oleh usus kecil.
Pati tersebut dapat mencapai usus besar dalam kondisi utuh. Selanjutnya, mikroba usus akan memfermentasi pati resisten tersebut.
Proses ini penting karena pati resisten bekerja menyerupai prebiotik. Asupan ini menjadi bahan makanan bagi mikroflora baik yang hidup di organ pencernaan.
Sebaliknya, proses pematangan pisang akan merubah pati resisten menjadi gula sederhana. Hal inilah yang membuat pisang matang terasa jauh lebih manis.
Maka dari itu, pisang yang belum matang atau sedikit hijau merupakan pilihan tepat jika ingin mengoptimalkan asupan prebiotik alami.
Keunggulan Apel dan Serat Pektin
Apel menawarkan kombinasi serat larut serta senyawa tanaman yang saling berinteraksi dengan mikroba pencernaan. Sebagian besar keunggulannya berasal dari kandungan pektin.
Pektin merupakan jenis serat larut yang bakal difermentasi oleh mikrobioma usus. Keberadaan komponen ini menjadikan apel sangat mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Guna memperoleh khasiat penuh, buah ini sebaiknya dikonsumsi secara utuh bersama kulitnya. Jangan hanya mengonsumsi bagian daging buahnya saja.
Selain itu, buah ini mengandung polifenol. Senyawa tumbuhan ini tidak diserap sepenuhnya pada fase awal pencernaan.
Ketika polifenol sampai di usus besar, mikroba usus membantu mengolahnya menjadi bentuk senyawa baru yang bermanfaat.
Mana yang Lebih Baik untuk Pencernaan?
Tidak ada satu jenis buah yang secara mutlak lebih unggul di antara keduanya. Pisang dan apel membawa nutrisi yang saling melengkapi.
Pisang belum matang kaya akan serat prebiotik serta pati resisten. Buah ini cocok bagi yang memerlukan bahan bakar fermentasi untuk mikroba usus.
Sementara itu, apel menyuplai polifenol dan serat pektin. Komponen tersebut memberi jenis bahan baku lain untuk diolah oleh bakteri baik.
Langkah terbaik untuk menjaga fungsi pencernaan adalah mengonsumsi kedua buah tersebut secara bergantian.
Variasi penyajian juga dapat diterapkan. Apel bisa dijadikan campuran oatmeal, sedangkan pisang beku dapat diolah menjadi sajian smoothies.