Piala Presiden 2026 Bergulir Persija dan Persebaya Siapkan Diri

Share

Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 resmi bergulir pada Sabtu, 25 Juli 2026, dengan melibatkan delapan klub yang terbagi dalam dua grup. Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya menyatakan kesiapan mereka untuk bersaing dalam ajang bergengsi ini.

Ajang edisi kedelapan ini diikuti oleh lima tim lokal, yakni Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema FC, dan PSMS Medan. Selain itu, tiga tim undangan asal Asia Tenggara turut meramaikan kompetisi, yaitu Tampines Rovers, DPMM FC, serta juara bertahan Port FC.

Pemain Persija Jakarta, Witan Sulaeman, mengungkapkan bahwa persiapan timnya sempat mengalami perubahan jadwal sebelum turnamen dimulai. Meski demikian, seluruh pemain bertekad tampil profesional untuk meraih hasil terbaik.

"Kami adalah pemain yang profesional, kami harus selalu siap dengan kondisi apapun itu," kata Witan saat konferensi pers Piala Presiden 2026 di Surabaya, Sabtu (25/7).

Winger berusia 24 tahun tersebut menjelaskan bahwa agenda pemusatan latihan tim sempat mengalami penyesuaian. Situasi itu menuntut jajaran pemain untuk beradaptasi dengan cepat.

"Karena sebelumnya kami direncanakan, ada jadwal untuk training camp di Thailand, tetapi setelah itu rencananya berubah dan kami harus selalu siap dengan situasi tersebut," ujarnya.

Persija yang kini ditangani pelatih Shin Tae Yong terus menggenjot kesiapan fisik dan taktik para pemain. Pelatih asal Korea Selatan tersebut menekankan pentingnya kerja keras di setiap laga.

"Dan karena kami juga akan ikut di Piala Presiden ini, Coach Shin juga selalu bilang bahwa kalau kita ingin ikut turnamen tersebut, kita harus bekerja keras, kita harus melakukan yang terbaik supaya bisa berprestasi," tuturnya.

Sementara itu, Persebaya Surabaya tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC. Pertandingan grup ini digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Penjaga gawang Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi, menyambut positif atmosfer sengit dan rivalitas antarklub besar di turnamen pramusim ini. Menurutnya, hal tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para pemain.

“Seru dong itu, kalau rivalitas kan pasti kita sudah biasa melewati. Apalagi Persija-Persib Bandung, terus Arema-Persebaya, itu salah satu semangat pribadi buat pemain dan juga klub. Pasti ada tambah-tambahan lagi performa buat kita juga,” ujar Ernando.

Atmosfer tinggi dan hadirnya target pribadi dinilai membuat tingkat persaingan di Piala Presiden 2026 semakin meningkat dibanding edisi sebelumnya.

“Mungkin dengan adanya target-target pribadi yang ada di Piala Presiden ini, mungkin persaingannya lebih ketat juga dan jadi bergengsi Piala Presiden kali ini,” kata Ernando Ari.

Tekanan dari pendukung tuan rumah di Stadion Gelora Bung Tomo dipandang Ernando sebagai bagian dari tanggung jawab profesional. Turnamen ini juga menjadi ajang persiapan menyongsong Super League 2026-2027.

“Kita pasti ingin memberikan yang terbaik setiap musim per musim. Kita sedang mempersiapkan apapun itu untuk target yang lebih,” kata Ernando.

Sinergi antara jajaran pelatih, pemain, dan manajemen menjadi fondasi utama Persebaya dalam menghadapi padatnya jadwal kompetisi.

“Saya percaya kepada pelatih, pelatih juga percaya kepada pemain, terus pemain percaya kepada stakeholder yang ada di tim, manajemen juga percaya pada kita,” sambungnya.

Mengenai peluang merebut gelar juara, kiper tim nasional Indonesia tersebut memilih untuk fokus menghadapi pertandingan demi pertandingan.

“Kalau target kita enggak mau sesumbar, insyaAllah kalau diberi jalan, kita akan kejar itu juara,” pungkas Ernando Ari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author