Pesawat Kargo K2 Airways Boeing 737 Hilang di Laut Arab

Share

Sebuah pesawat kargo Boeing 737-400 milik maskapai Pakistan, K2 Airways, dilaporkan hilang misterius di atas Laut Arab setelah mengalami gangguan sistem navigasi pada Selasa malam, 7 Juli 2026. Pesawat dengan nomor registrasi AP-BOI tersebut sedang menempuh rute penerbangan KTA1732 dari Sharjah menuju Karachi saat mendadak hilang kontak dari radar. Otoritas penerbangan sipil dan tim penyelamat gabungan yang terdiri dari Angkatan Laut Pakistan, Angkatan Udara, serta lembaga sipil langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian di area hilangnya pesawat.

Berdasarkan laporan inkl.com, armada pengangkut logistik tersebut mengangkut lima orang kru pesawat dan sempat mengirimkan pesan darurat mengenai masalah teknis kepada petugas pengatur lalu lintas udara.

Beberapa menit setelah laporan kendala teknis tersebut diterima, radar menunjukkan pesawat menukik turun dengan cepat disertai manuver berbelok tajam sebelum akhirnya seluruh kontak terputus sepenuhnya. Titik koordinat terakhir hilangnya kontak terdeteksi berada di kawasan perairan Laut Arab, atau sekitar 155 mil laut di sebelah barat kota Karachi, Pakistan.

Data awal pelacakan ADS-B dari Flightradar24 mengonfirmasi adanya anomali penerbangan berupa penurunan ketinggian yang drastis, disusul sempat menanjak kembali, sebelum akhirnya mengalami penurunan ketinggian kedua yang sangat ekstrem. Sinyal terakhir yang dipancarkan oleh pesawat kargo tersebut terekam pada pukul 16.21 UTC di ketinggian 1.100 kaki di atas permukaan laut dengan kecepatan vertikal mencapai minus 22.400 kaki per menit.

Flightradar24 mengidentifikasi bahwa sesaat setelah lepas landas dari Sharjah, pesawat K2 Airways beserta seluruh pesawat lain di wilayah tersebut sempat mengalami interferensi sistem satelit navigasi global (GNSS). Gangguan navigasi massal di kawasan Sharjah tersebut sempat membuat penurunan kualitas data pemantauan sehingga pelacakan dialihkan menggunakan metode algoritma Multi-laterasi (MLAT) sebelum sinyal ADS-B kembali normal di luar area interferensi. Catatan rekam jejak armada menunjukkan pesawat Boeing 737-4M0(BDSF) ini pertama kali beroperasi sebagai pesawat penumpang untuk maskapai Aeroflot pada tahun 1999 dan sempat memperkuat armada Garuda Indonesia pada tahun 2004.

Pesawat tersebut kemudian resmi dikonversi menjadi moda angkutan kargo (freighter) pada tahun 2012 oleh TNT Airways dan ASL Airlines sebelum akhirnya dioperasikan oleh K2 Airways sejak tahun 2024.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author