Pesan Samosa Diskon Besar di Swiggy Bikin Pelanggan Khawatir Bangkrut

Share

Seorang pengguna aplikasi pemesanan makanan online Swiggy di India memicu perbincangan hangat di media sosial X. Hal tersebut terjadi usai dirinya membagikan pengalaman mendapat potongan harga besar saat memesan makanan, dikutip dari Detik Food.

Pelanggan bernama Nalini Unagar menceritakan momen saat ia memesan delapan buah samosa dari sebuah restoran ketika cuaca sedang hujan. Ia sengaja membeli kudapan tersebut untuk menikmati sajian hangat dan menenangkan saat cuaca dingin.

Nalini terkejut saat melihat rincian tagihan akhir dari pesanan tersebut. Total belanjaan untuk delapan buah samosa ukuran besar itu hanya dibanderol seharga 104 rupee atau sekitar Rp 19.645.

Berdasarkan tangkapan layar tagihan, harga asli delapan samosa tersebut sebenarnya mencapai ₹180 atau setara Rp 34.053. Pihak platform juga mengenakan biaya tambahan karena hujan atau rain fee sebesar ₹5 (Rp 944) serta pajak GST senilai ₹17.58 (Rp 3.321).

Meskipun biaya total meningkat akibat biaya tambahan, platform tersebut memberikan potongan harga yang sangat besar. Biaya pengiriman atau delivery fee bahkan diberikan secara gratis kepada pelanggan.

Kondisi tagihan yang sangat murah justru membuat Nalini merasa khawatir terhadap keberlangsungan bisnis platform tersebut. Melalui akun X miliknya, ia mengungkapkan kekhawatiran jika penyedia layanan bisa mengalami kerugian.

"Kepada @Swiggy, saya memesan 8 samosa besar secara online karena hujan. Harganya hanya ₹104 (Rp 19.645). Jika Anda terus memberikan diskon seperti ini, Anda akan segera bangkrut," tulis akun @NaliniUnagar.

Unggahan tersebut mendadak viral di platform X dan mengundang beragam tanggapan netizen. Sebagian pengguna menanggapi keluhan tersebut dengan nada bercanda.

"Lebih baik kamu mengembalikan diskon Rs100 (Rp 18.915) itu kalau kamu begitu peduli dengan keuangan Swiggy," ujar salah satu netizen di kolom komentar.

Beberapa warganet juga berspekulasi mengenai alasan di balik pemberian diskon masif tersebut. Ada yang menilai harga murah diberikan karena kualitas makanan yang sudah tidak segar.

"Samosanya sudah berumur 5 hari. Makanya didiskon sebesar itu, lebih baik daripada terbuang sia-sia," kata netizen lainnya.

Nalini langsung menepis tuduhan tersebut dengan menegaskan kondisi makanan yang diterimanya. Ia menyebut samosa yang dipesan tetap terasa lezat, hangat, serta masih segar saat disantap.

Pengguna lain menduga bahwa beban diskon sebenarnya ditanggung oleh pihak restoran mitra, bukan oleh platform. Namun, restoran tetap diwajibkan membayar komisi layanan kepada pihak platform pemesanan.

Warganet lain meminta Nalini tidak perlu merisaukan kondisi finansial platform tersebut. Salah satu komentar menyebutkan bahwa penyedia layanan memiliki cadangan kas hingga lebih dari 18.000 crore atau sekitar Rp 34 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author