Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2026 Tembus 5,29 Persen

Share

Laporan Produk Domestik Bruto dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026 menjadi sentimen positif pendorong penguatan mata uang garuda di pasar spot pada Rabu (5/8/2026).

Penguatan ekonomi nasional ini diiringi penutupan nilai tukar rupiah yang melonjak 94 poin atau 0,52 persen ke level Rp17.933 per dolar AS. Laju terapresiasi ini melanjutkan tren positif sejak pembukaan perdagangan di posisi Rp17.972 per dolar AS.

Berdasarkan data BPS, nilai PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal II-2026 mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.576,2 triliun. Capaian ini membuat ekonomi tumbuh 3,73 persen secara kuartalan dan 5,45 persen secara kumulatif pada semester I-2026.

Pasar keuangan global juga mendapat pengaruh positif dari perkembangan diplomasi Timur Tengah setelah Qatar melaporkan kemajuan mediasi antara Amerika Serikat dan Iran pada Selasa (4/8/2026). Sinyal damai tersebut menekan harga minyak mentah Brent hingga di bawah 80 dolar AS per barel.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memberikan tanggapannya terkait dinamika pasar moneter terkini.

"Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi AS dan Indonesia sebagai penentu arah pergerakan pasar keuangan," ujar Ibrahim kepada wartawan Rabu sore ini.

Ibrahim menjelaskan bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia periode April-Juni 2026 melampaui estimasi mayoritas analis yang sebelumnya memproyeksikan angka di kisaran 4,8 persen hingga 4,9 persen. Laju ini menepis kekhawatiran perlambatan akibat tingginya biaya produksi global dan pengetatan moneter.

Selain faktor PDB, pasar domestik ditopang oleh penurunan harga pangan yang memicu deflasi bulanan sebesar 0,14 persen pada Juli 2026. Meskipun inflasi tahunan berada di tingkat 2,88 persen, penurunan harga bahan makanan dinilai mampu menyeimbangkan tekanan inflasi dari sektor pendidikan awal tahun ajaran baru.

Sementara di tingkat global, perhatian investor tertuju pada indikator pasar tenaga kerja AS melalui rilis data Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan Nonfarm Payrolls. Konsensus memproyeksikan penambahan tenaga kerja swasta AS Juli 2026 hanya mencapai 70.000, melambat dari Juni yang sebanyak 98.000, yang berpotensi meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bps ekonomi indonesia pdb rupiah
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author