Pertamina Pride Bersiap Lintasi Selat Hormuz Pasca-Kesepakatan Damai
PT Pertamina (Persero) menyiapkan kapal tanker Pertamina Pride untuk melewati Selat Hormuz yang kembali dibuka setelah adanya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran pada Kamis (2/7/2026), dilansir dari BloombergTechnoz.
Langkah ini diambil setelah ketegangan di jalur perairan tersebut sempat memanas kembali, sehingga perusahaan terus memantau dinamika keamanan demi keselamatan pelayaran.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menjelaskan bahwa pengurusan perizinan teknis untuk kapal tanker tersebut sedang berjalan dengan tetap memprioritaskan faktor keamanan.
"Kita berharap dengan kondisi Selat Hormuz yang masih juga bergejolak, kita juga berharap satu kapal kami lagi yaitu Pride, sedang memproses tetapi tetap akan melihat faktor keselamatan, awak, kargo, dan juga kapalnya sendiri. Jadi kami mohon doanya situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas," kata Baron.
Kapal tanker super ini membawa muatan minyak mentah yang dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan pasokan energi di dalam negeri.
"Saat ini karena Selat Hormuz juga memanas kembali, sehingga pelaksanaan kargo dari Pride masih tertunda dan nanti apabila sudah melintas benar itu adalah untuk di Kilang Cilacap," ujar Baron.
Sebelum kesiapan Pertamina Pride, anak usaha Pertamina telah lebih dahulu berhasil meloloskan kapal tanker lain yang sempat tertahan akibat konflik bersenjata di wilayah Timur Tengah tersebut.
Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan bahwa kapal Gamsunoro berhasil melewati titik kritis tersebut pada Rabu (24/6/2026) malam setelah tertahan sejak awal Maret 2026.
"Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini. Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat," ujar Vega.
Manajemen PIS menerapkan standar operasional yang ketat dengan memeriksa puluhan indikator kelayakan sebelum memberikan izin berlayar kepada armada mereka.
"Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab," kata Vega.
Kapal Gamsunoro tercatat menempuh perjalanan selama 16 jam dengan kecepatan 7,5 knot dari Teluk Arab hingga berhasil mencapai titik aman di luar Selat Hormuz.
Di sisi lain, Pertamina Pride yang merupakan kapal jenis VLCC berkapasitas 301.000 DWT kini terus berkoordinasi dengan otoritas global demi memitigasi risiko serangan proyektil tidak dikenal yang sempat menaikkan status ancaman pelayaran menjadi substansial.