Pertamina Mempercepat Ekosistem Energi Berkelanjutan di Sektor Transportasi
PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan ekosistem energi dan mobilitas berkelanjutan di sektor transportasi nasional melalui berbagai inisiatif transisi energi yang terintegrasi di Jakarta pada Kamis (21/5), demi mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia tahun 2060.
Langkah strategis tersebut diuraikan dalam acara Studium Generale Sustainability bertajuk 'Global Insights for Local Action: Bridging Academia and Industry in Energy Transition' yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Pengembangan infrastruktur mencakup penguatan ekosistem kendaraan listrik (EV) lewat pembangunan stasiun pengisian daya dan penukaran baterai bersama Indonesia Battery Corporation (IBC), serta pembangunan pabrik bioetanol terintegrasi di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur yang terhubung dengan perkebunan tebu lokal.
Di sektor laut dan udara, Pertamina menerapkan efisiensi energi kapal melalui penggunaan dual fuel, green ammonia, dan panel surya, serta mendukung Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah melalui maskapai Pelita Air.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menegaskan bahwa perusahaan mengambil peran aktif dalam transisi energi jangka panjang melalui kesiapan teknologi, penguatan ekosistem, serta sinergi lintas sektor.
"Seluruh upaya ini kami arahkan untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060, sebagaimana menjadi komitmen kuat Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto," ujar Agung, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero).
Pihak akademisi turut memberikan pandangan mengenai pentingnya sinergi antarsektor dalam mewujudkan ekosistem energi berkelanjutan ini.
"Transisi energi tidak dapat dijalankan sendiri oleh industri maupun pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi erat antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal. Universitas Pertamina berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan riset, inovasi, pengembangan SDM, dan aksi nyata guna mendukung terciptanya ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia," ujar Djoko Triyono, Acting Rector Universitas Pertamina.
Tantangan transformasi global ini juga diamini oleh pakar akademisi internasional yang hadir dalam forum tersebut.
"Transisi energi bukan lagi sekadar persoalan kepatuhan terhadap regulasi, melainkan telah menjadi transformasi industri global yang perlu dihadapi melalui kolaborasi erat," kata Prof. Marlon Boarnet, Guru Besar dari University of Southern California (USC) Sol Price.
Sebagai respons atas dinamika global tersebut, Pertamina berkomitmen untuk terus mempertajam strategi transformasi bisnis dan scenario planning secara bertahap dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan.