Pertamina Pantau Pasar Global Guna Pertimbangkan Impor Minyak Iran

Share

PT Pertamina (Persero) terus mengamati dinamika geopolitik serta pergerakan pasar energi global sebagai pertimbangan untuk melakukan impor minyak mentah dari Iran pada Selasa (23/6/2026).

Langkah ini diambil oleh badan usaha milik negara tersebut setelah pemerintah Amerika Serikat resmi menangguhkan sanksi terhadap komoditas minyak mentah dari Iran. Kebijakan pengadaan bahan baku ini dipastikan tetap mengutamakan kepatuhan terhadap aturan internasional.

"Dalam kebijakan pengadaan minyak pada prinsipnya Pertamina selalu mengedepankan aspek keekonomian, keamanan pasokan, spesifikasi minyak mentah sesuai dengan kebutuhan kilang, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi dan ketentuan perdagangan internasional yang berlaku," kata Baron ketika dihubungi, Selasa (23/6/2026).

Dilansir dari Bloomberg Technoz, pelonggaran sanksi energi oleh Washington berupa izin operasional selama 60 hari menjadi penyelamat ekonomi Teheran. Di sisi lain, harga minyak Brent dilaporkan berada di kisaran US$77 per barel lantaran pasar mengantisipasi lonjakan pasokan.

Berdasarkan data Vortexa dan Bloomberg, terdapat sekitar 68 juta barel minyak mentah dan kondensat yang mengapung di laut per 22 Juni, dengan mayoritas belum memiliki tujuan pengiriman. Pertamina sendiri baru saja mengamankan delapan kiriman minyak mentah asal Afrika Barat, Brasil, Amerika Serikat, dan Azerbaijan untuk pasokan Juli dan Agustus 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author