Pertamina Pangkas Harga Bright Gas dan Tebar Diskon BBM Rp450
PT Pertamina Patra Niaga memberikan diskon harga BBM sebesar Rp450 per liter dan menyesuaikan harga LPG non-subsidi Bright Gas mulai pertengahan Agustus 2026. Penurunan harga elpiji berlaku efektif 15 Agustus 2026, sementara promo potongan BBM berlangsung pada 17-18 Agustus 2026 melalui aplikasi MyPertamina.
Penyesuaian resmi membuat harga Bright Gas 12 kg turun dari Rp220.000 menjadi Rp218.000 per tabung, sedangkan Bright Gas 5,5 kg turun dari Rp103.000 menjadi Rp102.000 per tabung. Patokan tersebut berlaku untuk Harga Jual Agen di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, sementara wilayah lain menyesuaikan ketentuan daerah.
Bersamaan dengan evaluasi harga elpiji, BUMN minyak dan gas ini menggelar program promo Semarak Merdeka MyPertamina. Pembelian isi ulang Bright Gas pada periode 15–23 Agustus 2026 mendapat diskon potongan harga Rp4.050 untuk ukuran 5,5 kg dan Rp8.100 untuk ukuran 12 kg melalui Bright Store maupun Klik Indomaret.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan bahwa penyesuaian harga Bright Gas ditujukan demi menghadirkan elpiji nonsubsidi yang makin kompetitif.
"Penyesuaian harga Bright Gas dilakukan melalui evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi pasar, serta tetap mengacu pada mekanisme yang berlaku," ujar Kitty Andhora, VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga.
Langkah penyesuaian tarif tersebut dibarengi upaya menjaga standar kualitas dan keamanan elpiji bagi kebutuhan konsumen rumah tangga.
"Selain menghadirkan harga yang lebih kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas Bright Gas tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menikmati LPG yang aman, praktis, dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," kata Kitty Andhora.
Di samping promo gas elpiji, Pertamina Patra Niaga memotong harga BBM Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex sebesar Rp450 per liter pada 17–18 Agustus 2026 pukul 06.00–20.00 WIB. Diskon berlaku bagi 81.000 pembeli pertama di MyPertamina dengan syarat transaksi minimal Rp17.000 dan maksimal 17 liter per struk.
Kitty Andhora mengungkapkan keberadaan promo Semarak Kemerdekaan merupakan langkah apresiasi untuk mendorong transisi ekosistem digital.
"Melalui promo Semarak Kemerdekaan, kami ingin memberikan manfaat lebih bagi masyarakat dengan menghadirkan kesempatan menikmati BBM berkualitas dengan harga yang lebih hemat. Kami berharap promo ini dapat menjadi apresiasi bagi pelanggan setia MyPertamina sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan berbagai kemudahan dan keuntungan bertransaksi melalui aplikasi MyPertamina," ujar Kitty Andhora.
Aplikasi transaksi digital tersebut turut menghadirkan penukaran poin merchandise khusus kemerdekaan sepanjang 10–31 Agustus 2026, disertai program kilat flash sale voucher hingga 45 persen pada 17 Agustus 2026 pukul 10.00–18.00 WIB.
"Momentum Hari Kemerdekaan menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi pelanggan. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan promo diskon BBM sekaligus berbagai penawaran menarik lainnya melalui MyPertamina agar pengalaman bertransaksi menjadi semakin hemat, praktis, dan menguntungkan," ujar Kitty Andhora.
Sementara itu, penerapan penyesuaian harga Bright Gas di area operasional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dikonfirmasi oleh pihak manajemen wilayah setempat.
"Penyesuaian harga Bright Gas dilakukan melalui evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi pasar, serta tetap mengacu pada mekanisme yang berlaku," kata Ahad Rahedi, Area Manager Comm, Rel and CSR Jatimbalinus.
Rangkaian program potongan harga refill gas elpiji serta penukaran poin merchandise di wilayah Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara juga berlaku penuh mengikuti skema promo nasional.
"Selama periode promo, konsumen yang melakukan pembelian isi ulang Bright Gas 5,5 Kg akan memperoleh diskon Rp4.050 per tabung, sedangkan pembelian isi ulang Bright Gas 12 Kg mendapatkan diskon Rp8.100 per tabung," jelas Ahad Rahedi.