Pertamina Hulu Energi Evaluasi Rencana Akuisisi Saham Blok Pikka Alaska
PT Pertamina Hulu Energi tengah mengevaluasi rencana akuisisi saham Repsol SA di Blok Pikka, Alaska, Amerika Serikat, yang pembahasannya masih bergulir di tingkat induk usaha, PT Pertamina (Persero). Kepastian mengenai kelanjutan aksi korporasi pembelian hak partisipasi tersebut hingga kini belum diputuskan oleh manajemen.
Rencana pembelian hak partisipasi sebesar 12,5 persen milik Repsol SA oleh anak usaha Pertamina di bidang hulu migas ini ditaksir memiliki nilai transaksi di bawah US$1 miliar, dilansir dari Bloomberg Technoz. Langkah strategis tersebut dikabarkan sebagai bagian dari persiapan perusahaan menjelang rencana melantai di Bursa Efek Indonesia sekaligus untuk menambal defisit produksi siap jual di dalam negeri.
Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi menegaskan status terkini mengenai rencana ekspansi global tersebut di sela pergelaran IPA Convex 2026 pada medio pekan lalu.
"Yang Pikka? Kayaknya masih di holding itu," kata Awang Lazuardi, Direktur Utama PHE.
Manajemen hingga kini masih terus melakukan peninjauan mendalam dan belum menetapkan keputusan akhir terkait kelanjutan investasi di wilayah North Slope Alaska tersebut.
"[Rencana masih] dievaluasi. Belum, belum [diputuskan apakah akuisisi saham Repsol atau batal]," tegas Awang Lazuardi, Direktur Utama PHE.
Pendanaan untuk akuisisi ini awalnya direncanakan menggunakan sebagian dana hasil penerbitan obligasi global senilai US$1 miliar di Bursa Efek Singapura pada Mei 2025. Blok Pikka sendiri dioperasikan oleh Santos Ltd dengan kepemilikan 51 persen saham, sementara sisanya dikuasai oleh Repsol SA, di mana proyek senilai US$2,6 miliar tersebut baru saja memulai produksi komersial awal sebesar 20.000 barel minyak per hari.