Pertamina Dorong Ekonomi Desa Lewat Energi Terbarukan

Share

Akses air pada musim kemarau kini tak lagi menjadi kendala utama bagi para petani di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali. Dilansir dari Detik Finance, keberadaan sistem irigasi bertenaga energi terbarukan membuat pasokan air ke lahan pertanian mengalir lebih stabil.

Pemanfaatan teknologi tersebut berhasil mendongkrak produktivitas padi dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare. Selain memangkas biaya listrik, inovasi ini mencetak nilai ekonomi pertanian hingga Rp476 juta per tahun.

Inisiasi tersebut dihadirkan oleh PT Pertamina (Persero) melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari. Program pemberdayaan ini mengoptimalkan energi bersih untuk mengatasi hambatan akses energi sekaligus memutar roda perekonomian lokal.

Manfaat program tidak berhenti pada penyediaan daya listrik. Masyarakat memanfaatkannya untuk pengairan sawah, pengembangan pertanian modern, pengolahan hasil panen, hingga pembentukan usaha baru yang menambah nilai ekonomi desa.

DEB Uma Palak Lestari menjangkau wilayah irigasi seluas 103 hektare berbasis sistem Subak. Pertamina turut mendirikan Bale Melajah sebagai pusat edukasi, mendorong pupuk organik, serta mencatat 408 penerima manfaat termasuk 24 petani perempuan.

Kawasan ini juga berkembang menjadi destinasi ekowisata dan eduwisata berfasilitas ruang terbuka hijau, jogging track, rest area, dan camping ground. Sektor ini telah menarik 72 ribu wisatawan serta menyumbang pendapatan warga sebesar Rp64 juta saban tahun.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, mengungkapkan dampak positif dari pendampingan tersebut.

"Sejak kehadiran program TJSL Pertamina pada 2021 hingga sekarang, berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa transisi energi dirancang agar memberi dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

"Melalui Program Desa Energi Berdikari, Pertamina menghadirkan energi bersih yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Energi yang tersedia membantu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa," ujar Baron.

Dampak serupa terjadi di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Pemanfaatan energi panas bumi dan PLTS digunakan untuk mengelola greenhouse hidroponik melon dengan pengatur suhu.

Fasilitas tersebut menaikkan hasil panen melon menjadi 1,5 ton per siklus, menekan tingkat gagal panen dari 20 persen ke 5 persen, dan menghasilkan pendapatan Rp40 juta setiap kali panen.

Pertamina merancang DEB untuk membangun kemandirian masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. Selama 2025, program ini mendukung peningkatan produksi pangan hingga 21.357 ton per tahun serta mendorong tumbuhnya UMKM.

Hingga Mei 2026, Pertamina telah mengoperasikan Program DEB di 262 desa di Indonesia. Program ini didukung PLTS berkapasitas lebih dari 1,3 juta watt-peak (Wp), fasilitas biogas dan biometana 959 ribu meter kubik per tahun, serta mikrohidro 52,5 ribu watt.

Inisiatif ini telah menjangkau lebih dari 283 ribu penerima manfaat. Selain memperkuat ekonomi, DEB berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca lebih dari satu juta ton CO₂eq per tahun guna mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author