Pertamina Cari 800 Ribu Barel Avtur untuk Pasokan Juli 2026

Share

PT Pertamina (Persero) sedang mencari empat kargo bahan bakar jet atau avtur dengan volume kumulatif mencapai sekitar 800.000 barel untuk pengiriman bulan Juli pada Rabu (17/6/2026).

Langkah perseroan ini dilakukan melalui pencarian empat kargo bahan bakar jet A-1 yang masing-masing berkapasitas sekitar 200.000 barel, dilansir dari Bloomberg Technoz. Pengiriman kargo tersebut akan menggunakan skema cost and freight (CFR) Jakarta dengan jadwal kedatangan berkala pada 5—7 Juli, 10—12 Juli, 16—18 Juli, dan 22—24 Juli.

"PT Pertamina Indonesia sedang mencari empat kargo bahan bakar Jet A-1 masing-masing sekitar ~200.000 barel untuk pengiriman pada Juli dengan basis CFR Jakarta," tulis laporan tersebut, Rabu (17/6/2026).

Batas akhir pengajuan penawaran dari para mitra ditetapkan pada Rabu (17/6/2026) pukul 11.30 WIB, dengan masa berlaku penawaran hingga Kamis (18/6/2026) pukul 18.00 WIB. Pihak perwakilan Pertamina sendiri terpantau belum memberikan respons resmi terkait permintaan tanggapan atas pengadaan kargo komoditas avtur ini.

Aktivitas pengadaan ini tercatat bukan yang pertama kali dilakukan pada kuartal kedua tahun ini. Pertamina juga sempat mencari tiga kargo avtur dengan total volume 400.000 barel pada akhir April lalu, yang terbagi atas satu kargo sebesar 200.000 barel untuk pasokan awal Mei serta dua kargo lain masing-masing berkapasitas 100.000 barel untuk jadwal pengiriman pertengahan dan akhir Mei.

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) melaporkan adanya kenaikan harga avtur rute domestik yang melonjak lebih dari 70 persen pada April 2026 dibanding bulan sebelumnya. Sementara untuk penerbangan internasional, kenaikan harga dilaporkan menyentuh angka 80 persen dengan besaran yang bervariasi di setiap bandar udara.

"Jika dibandingkan dengan harga avtur domestik rata-rata pada 2019—pada saat tarif batas atas [TBA] mulai diberlakukan yaitu Rp7.970 — maka kenaikannya mencapai 295%," terang Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja melalui pernyataan resmi asosiasi, belum lama ini.

Lonjakan harga avtur ini bertepatan dengan kebijakan beberapa maskapai penerbangan global yang menghentikan sementara operasional rute akibat keterbatasan pasokan bahan bakar jet. Masalah kelangkaan global tersebut dipicu oleh ketegangan konflik geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa kondisi ketahanan stok bahan bakar penerbangan di dalam negeri masih berada dalam kategori aman. Pemerintah memastikan cadangan avtur nasional sanggup memenuhi kebutuhan hingga 33 hari, melebihi batas minimum aman yang dipatok selama 26 hari.

"Kita aman, stok avtur 33 hari," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman kepada Bloomberg Technoz, Rabu (25/3/2026).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author