Pemerintah Membangun Rusun Subsidi Perdana 24 Lantai di Manggarai

Share

Pemerintah meresmikan peletakan batu pertama pembangunan rumah susun subsidi 24 lantai di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/8/2026). Hunian vertikal yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah ini menjadi proyek perumahan bersubsidi perdana di Jakarta pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Proyek hunian tersebut dibangun oleh KAI Properti Management di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berjarak kurang dari 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Manggarai. Pembangunan terbagi dalam dua area utama, yakni Blok G dan Blok F.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyambut baik dimulainya proyek strategis tersebut.

"Ini yang pertama yang jadi vertikal yang kita berbangga nanti 24 lantai di pusat Ibu Kota Jakarta," kata Hashim Djojohadikusumo dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai dalam Mendukung Program 3 Juta Rumah, pada Jumat (21/8/2026).

Pembangunan Blok G ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan atau pada 2028 dengan mencakup tiga menara berkapasitas total 1.232 unit. Sementara itu, Blok F yang akan menampung lima menara dengan total 2.508 unit bakal melangsungkan peletakan batu pertama pada September mendatang setelah pembersihan lahan usai.

Masing-masing blok menyediakan tiga tipe hunian, yaitu tipe 28, 36, dan 45. Untuk pembiayaan konstruksi, pengembang memanfaatkan fasilitas kredit dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Sri Haryati memberikan penjelasan terkait batas harga hunian tersebut.

"Di mana harga jual paling tingginya karena ini Jakarta Pusat itu Rp 14,5 juta per meter persegi. Dan itu pada batas atas ya. Jadi kalau KAI ternyata bisa lebih rendah dan sebagainya nanti diserahkan pada pengembang," kata Sri Haryati.

Sesuai regulasi Keputusan Menteri PKP Nomor 23/KPTS/M/2026, patokan harga maksimal di wilayah Jakarta Selatan mencapai Rp 14 juta per meter persegi. Berdasarkan acuan ini, unit tipe 28 diperkirakan berkisar paling tinggi Rp 392 juta, tipe 36 sebesar Rp 504 juta, dan tipe 45 maksimal Rp 630 juta.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu memaparkan pendaftaran minat masyarakat akan dibuka pada akhir bulan ini melalui aplikasi digital Bale.

"Segera kita pasarkan setelah semua legalitas perizinan rapi," kata Nixon L.P. Napitupulu setelah acara Groundbreaking Hunian Manggarai dalam Mendukung Program 3 Juta Rumah, pada Jumat (21/8/2026).

Pihak perbankan menerapkan skema KPR indent dengan opsi masa pinjaman hingga 40 tahun dan tingkat suku bunga tetap 6 persen sampai lunas. Penandatanganan akad KPR baru dilakukan saat fisik bangunan sudah mencapai persentase konstruksi tertentu guna meminimalkan risiko konsumen.

"Skema KPR yang kami coba adalah tenor 40 tahun dengan bunga 6 persen flat sampai lunas. Ini bunga termurah. Untuk cicilan, karena ticket size (harga unit) sekitar Rp 500-600 juta, cicilannya sedikit di atas Rp 1 juta (berbeda dengan KPR subsidi yang bisa di bawah Rp 1 juta)," kata Nixon.

Skema perlindungan konsumen disiapkan secara ketat oleh pihak bank penjamin selama masa pembangunan berlangsung.

"Kami menjamin konsumen tidak dirugikan. akad KPR baru dilakukan setelah progres konstruksi mencapai persentase tertentu," kata Nixon.

Pemasaran unit rusun ini tetap dimungkinkan berjalan sejajar dengan proses pengerjaan struktur di lapangan.

"Nah ketentuannya ada. Jadi kita akan jagain supaya konsumennya nggak dirugikan kalau konstruksinya gagal," kata Nixon.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author