Persis Solo Terancam Degradasi Jelang Laga Penentuan Kontra Persita Tangerang

Share

Langkah terjal harus dihadapi Persis Solo dalam upaya mempertahankan posisi mereka di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini berada di situasi kritis jelang pertandingan pamungkas musim ini.

Dikutip dari Bola, Persis Solo yang kini menempati peringkat ke-16 klasemen dengan raihan 31 poin diwajibkan memenangkan pertandingan pamungkas. Mereka dijadwalkan menantang Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada Sabtu (23/5/2026) pukul 16.00 WIB.

Kemenangan atas Persita menjadi harga mati untuk menjaga peluang bertahan. Selain itu, nasib Laskar Sambernyawa juga digantungkan pada hasil pertandingan lain antara Madura United melawan PSM Makassar yang dimainkan pada waktu bersamaan.

Jika Madura United berhasil menumbangkan PSM Makassar, maka kesempatan Persis Solo untuk lolos dari zona degradasi dipastikan tertutup rapat. Kondisi ini dinilai menjadi tamparan keras bagi pihak manajemen klub setelah hasil buruk dalam dua musim terakhir.

Kondisi sulit yang dialami Persis Solo saat ini memicu memori kelam pada kompetisi musim sebelumnya. Pada awal musim lalu, manajemen klub sempat menunjuk Milomir Seslija sebagai juru taktik utama dengan target tinggi.

Ekspektasi besar tersebut didasarkan pada keberhasilan Milomir Seslija membawa klub finis di peringkat ke-7 dengan koleksi 50 poin pada musim terdahulu. Catatan tersebut menjadi rekor poin tertinggi bagi klub sejak promosi pada musim 2021/2022.

Namun, performa buruk di awal kompetisi membuat pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut didepak pada pekan ke-6. Evaluasi ini dilakukan setelah tim hanya mengemas satu kemenangan dan menelan lima kekalahan di awal musim 2024/2025.

Posisi kepelatihan kemudian diisi oleh Yogie Nugraha sebagai caretaker, lalu diteruskan oleh Hanafing. Manajemen baru menetapkan pelatih definitif pada pekan ke-12 dengan mendatangkan Ong Kim Swee asal Malaysia.

Perubahan performa mulai terlihat pada putaran kedua setelah Ong Kim Swee merombak komposisi tim. Manajemen mendatangkan empat pemain asing baru, yakni Cleylton Santos, Lautaro Belleggia, Jhon Cley, dan Jordy Tutuarima.

Peningkatan performa secara bertahap membawa Laskar Sambernyawa keluar dari zona merah pada pekan ke-27. Kepastian bertahan di kompetisi kasta tertinggi akhirnya didapatkan oleh Ong Kim Swee pada pekan ke-33.

Siklus Evaluasi yang Berulang

Perjalanan Persis Solo pada musim kompetisi 2025/2026 justru menunjukkan pola yang hampir serupa. Manajemen memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Ong Kim Swee dan memilih merekrut Peter de Roo dari Belanda.

Kerja sama dengan Peter de Roo tidak berjalan mulus setelah tim hanya mengamankan satu kemenangan dan dua hasil imbang dari 10 laga awal. Sementara tujuh pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan untuk klub.

Manajemen kemudian menunjuk Tithan Suryata sebagai pelatih sementara sebelum akhirnya memanggil kembali Milomir Seslija. Pelatih berusia 61 tahun tersebut diharapkan mampu menjadi penyelamat tim dari jurang degradasi.

Milomir Seslija langsung mengambil langkah ekstrem dengan mencoret seluruh pemain asing dari putaran pertama. Sebagai gantinya, 11 pemain asing baru didatangkan untuk memperkuat tim di putaran kedua.

Strategi tersebut sempat memberikan angin segar bagi klub dalam mengarungi kompetisi. Setelah menelan kekalahan dari Borneo FC dan Persib Bandung, tim sempat mencatatkan tren positif berupa delapan laga beruntun tanpa kekalahan.

Namun, kebangkitan tersebut terganjal akibat kekalahan telak dari dua tim papan atas. Kekalahan 0-4 dari Persija Jakarta serta hasil minor 2-5 saat bersua Malut United membuat posisi mereka kembali merosot ke papan bawah.

Skenario Pekan Terakhir

Pertandingan pekan ke-34 menjadi penentu nasib akhir bagi anak asuh Milomir Seslija saat melakoni laga tandang ke markas Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena.

Pada saat yang sama, laga krusial antara Madura United menghadapi PSM Makassar akan digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.

Persis Solo tidak memiliki pilihan lain selain mengamankan tiga poin penuh sembari mengharapkan Madura United tergelincir. Jika Madura United juga meraih kemenangan, koleksi poin akhir mereka menjadi 35 poin, sedangkan Persis Solo maksimal hanya mengumpulkan 34 poin.

Peluang kelolosan baru terbuka jika Madura United menelan kekalahan atau meraih hasil imbang. Jika skenario tersebut terjadi, Persis Solo akan naik ke peringkat ke-15 dengan 34 poin, mengungguli Madura United yang tertahan dengan 33 poin atau 32 poin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author