Persija Jakarta Dikabarkan Incar Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru
Kursi kepelatihan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan menjelang bergulirnya musim kompetisi Super League 2026/2027. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut dilaporkan tengah membidik mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk mengisi posisi juru taktik baru.
Rumor kedatangan pelatih asal Korea Selatan ini mencuat ke permukaan setelah Persija Jakarta resmi menyudahi kerja sama mereka dengan Mauricio Souza. Kehadiran nama baru di bursa transfer pelatih ini langsung menarik perhatian publik sepak bola nasional.
Seperti dikutip dari Bola, rekam jejak kepelatihan pria yang akrab disapa STY tersebut dinilai masih belum sepenuhnya teruji di level klub domestik, meskipun ia memiliki reputasi yang cukup mentereng saat menangani tim nasional.
Shin Tae-yong mengawali karier di dunia kepelatihan sebagai asisten pelatih di klub Australia, Queensland Roar, pada Juli 2005. Di klub tersebut, ia mengabdi selama tiga tahun di bawah arahan dua pelatih berbeda, Miron Bleiberg dan Frank Farina.
Peluang menjadi pelatih kepala akhirnya datang pada tahun 2008 saat ia ditunjuk oleh Seongnam Ilhwa Chunma. Mengawali peran sebagai caretaker, ia kemudian naik pangkat menjadi pelatih definitif di klub Korea Selatan tersebut pada 2010.
Bersama Seongnam Ilhwa Chunma, ia sukses mempersembahkan gelar juara Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011. Prestasi ini mengukir sejarah baru karena ia menjadi orang pertama yang memenangi Liga Champions Asia sebagai pemain sekaligus pelatih, sebelum akhirnya berpisah pada 2012.
Kiprah Bersama Tim Nasional Korea Selatan
Setelah sempat vakum selama dua tahun, ia kembali ke dunia sepak bola dengan meniti karier di Federasi Sepak Bola Korea Selatan pada 2014. Awalnya, ia menjabat sebagai asisten pelatih untuk Hong Myung-bo dan Uli Stielike.
Dalam periode 2015 hingga 2018, ia dipercaya memegang tongkat kepemimpinan di berbagai kelompok umur, mulai dari Timnas Korea Selatan U-23, U-17, hingga puncaknya menjadi pelatih kepala tim senior.
Prestasi yang ia torehkan di antaranya membawa Korea Selatan menjadi runner-up Piala Asia U-23 2016, menjuarai Piala EAFF 2017, serta mendampingi skuad Taeguk Warriors di ajang Piala Dunia 2018.
Lima Tahun Mengarsiteki Timnas Indonesia
Pada Januari 2020, ia resmi memulai petualangan baru di Asia Tenggara dengan menandatangani kontrak bersama PSSI untuk mengasuh Timnas Indonesia. Ia memegang tanggung jawab besar mengendalikan tim senior, U-23, hingga U-20 sekaligus.
Masa bakti ini menjadi yang terlama dalam karier kepelatihannya karena berlangsung selama lima tahun hingga Januari 2025. Di bawah arahannya, skuad Garuda meraih posisi runner-up Piala AFF 2020, medali perunggu SEA Games 2021, dan runner-up Piala AFF U-23 2023.
Selain itu, ia juga mencatatkan sejumlah pencapaian penting seperti meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Asia 2023, menembus babak semifinal Piala Asia U-23 2024, serta membawa tim melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Tantangan dan Catatan Terakhir di Klub
Setelah menyelesaikan tugasnya di Indonesia, ia sempat kembali ke kompetisi domestik Korea Selatan dengan menerima pinangan dari Ulsan HD. Namun, kebersamaan tersebut tidak berlangsung lama.
Ia tercatat hanya mendampingi tim dalam 10 pertandingan resmi di semua kompetisi. Statistiknya bersama Ulsan HD menunjukkan hasil dua kemenangan, empat kali imbang, dan menelan empat kekalahan.
Catatan tersebut memperpanjang rapor kepelatihannya di level klub yang dinilai masih minim pembuktian. Hingga saat ini, kesuksesan terbesarnya di level klub baru tercatat saat ia menukangi Seongnam Ilhwa Chunma beberapa tahun silam.