Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen BRI Super League
Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan krusial saat menantang PSM Makassar pada laga pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026. Seperti dilansir dari Bola, tim Maung Bandung membawa pulang tiga poin setelah menyudahi pertandingan dengan skor akhir 2-1.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026) malam WIB tersebut berjalan sengit. Gol penentu kemenangan Persib lahir melalui sundulan Julio Cesar yang memanfaatkan umpan sepak pojok Thom Haye pada masa injury time menit ke-90+7.
Hasil positif ini membuat Persib Bandung semakin kokoh bertengger di puncak klasemen sementara dengan raihan 78 poin. Tim asuhan Bojan Hodak ini sekarang memimpin dengan keunggulan dua angka atas Borneo FC yang menguntit di peringkat kedua.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menyatakan rasa bangganya terhadap perjuangan para pemain. Ia menilai laga melawan PSM Makassar memiliki atmosfer yang serupa dengan pertandingan final.
"Memang luar biasa. Kemarin itu seperti final, saya anggap final. Saya billing kepada anak-anak, hari ini kalian final, tidak ada tawar-menawar. Jangan sampai draw, apalagi kalah," kata Umuh Muchtar, Senin (18/5/2026).
Motivasi punggawa Maung Bandung tetap tinggi sepanjang laga meski tidak didampingi langsung oleh pelatih Bojan Hodak. Juru taktik asal Kroasia tersebut harus absen karena sedang berduka atas meninggalnya sang ibunda.
"Walaupun gol kemenangan datang pada menit-menit akhir, justru itu yang membuat semua pemain dan Bobotoh merasa sangat puas," kata Umuh.
Di balik hasil maksimal tersebut, Umuh Muchtar membagikan ceritanya yang tetap memaksakan diri berangkat ke Makassar demi memberikan dukungan moril secara langsung, walau kondisinya saat itu sedang kurang sehat.
"Saya berangkat ke Makassar dalam keadaan sakit. Jam 10 siang baru menelepon staf untuk ikut, padahal tiket juga belum ada. Alhamdulillah akhirnya bisa berangkat ke Makassar," kata Umuh.
"Memang sangat melelahkan, tetapi semuanya terbayar dengan kegembiraan luar biasa," kata Umuh.
Walaupun peluang untuk merengkuh trofi juara kini sudah terbuka sangat lebar, manajemen meminta skuad Persib tidak terhanyut dalam euforia yang berlebihan karena kompetisi belum sepenuhnya usai.
"Saya sudah bilang ke pemain, jangan dulu euforia karena perjuangan belum selesai. Memang peluang sudah 90 atau 99 persen, tapi tetap ada tanda bahaya kalau sampai kalah," kata Umuh.
"Draw mungkin aman, tapi saya juga tidak berharap seri. Pertandingan terakhir tetap harus dimenangkan," kata Umuh.
Sosok berusia 77 tahun tersebut berharap Persib dapat menyajikan performa terbaik untuk menghibur para pendukung pada laga pamungkas musim ini melawan Persijap Jepara. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu (23/5/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Mengenai rencana perayaan gelar juara, manajemen menyiapkan skema konvoi pembawa piala yang akan dilaksanakan satu hari setelah laga terakhir jika Persib resmi mengunci takhta juara.
"Rencananya besoknya langsung dirayakan. Start dari Gedung Sate, lalu berkumpul di Braga dan menuju Gedung Merdeka Asia Afrika. Tapi ini masih sebatas rencana," kata Umuh.
Umuh Muchtar juga tidak menampik situasi tensi tinggi yang sempat terjadi di pinggir lapangan setelah peluit panjang dibunyikan di markas PSM Makassar.
"Semua saat itu panik dan emosional. Saya juga ikut terpancing karena pengambilan bola sempat terhambat. Tapi setelah keluar stadion, suasananya justru sangat baik," kata Umuh.
Suasana hangat kemudian dirasakan Umuh berkat sambutan dari para Bobotoh yang hadir langsung memberikan dukungan di Makassar.
"Mereka baik sekali, minta foto bersama. Saya sampai terenyuh dan akhirnya kasih uang buat jajan mereka karena senang dengan sambutannya. Alhamdulillah semuanya aman dan tidak ada masalah," kata Umuh.