Persebaya dan Arema FC Siap Bentrok di Semifinal Piala Presiden 2026
Persebaya Surabaya dijadwalkan bertanding melawan Arema FC dalam laga semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa, 4 Agustus 2026, malam. Pertandingan ini mempertemukan Persebaya sebagai juara Grup B dan Arema FC sebagai runner-up Grup A.
Lokasi pertandingan semifinal dan final diputuskan oleh pihak penyelenggara berdasarkan evaluasi berbagai aspek. Persebaya mengantongi modal tiga kemenangan beruntun di fase grup atas Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC, sedangkan Arema FC melaju usai mengumpulkan enam poin dari tiga laga.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan kesiapan timnya untuk tampil maksimal meskipun mengakui kualitas lawan serta beberapa kendala kebugaran pemain.
"Arema memiliki tim yang sangat bagus. Mereka mendatangkan pemain-pemain berkualitas, mempertahankan sebagian besar skuad musim lalu, dan masih ditangani pelatih yang sama. Selain itu, mereka juga memiliki sejarah yang bagus di Piala Presiden. Karena itu kami harus memberikan performa terbaik dengan kondisi pemain yang kami miliki saat ini," ujar Coach Tavares, Senin (3/8).
Ia menyinggung kondisi skuad Green Force yang belum sepenuhnya bebas dari masalah fisik akibat jadwal turnamen yang cukup padat.
"Saat ini masih ada beberapa pemain yang mengalami cedera dan beberapa lainnya belum berada dalam kondisi 100 persen. Namun siapa pun yang turun nanti akan memberikan kemampuan terbaiknya sejak menit pertama," terangnya.
Manajemen tim Persebaya memfokuskan perhatian pada proses pemulihan kondisi fisik para pemain usai menyelesaikan rangkaian laga di fase grup.
"Kami sudah menjalani sesi pemulihan hari ini. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana para pemain beristirahat malam ini. Besok kami akan kembali mengevaluasi siapa saja yang benar-benar siap bermain dan berapa menit mereka bisa diturunkan," ucap Coach Tavares.
Meskipun Persebaya mengantongi rekor lima kemenangan dan dua hasil imbang dalam tujuh pertemuan terakhir melawan Singo Edan, Tavares enggan menjadikan statistik tersebut sebagai patokan.
"Tentu kami ingin menang, apalagi menghadapi Arema. Saya memahami harapan suporter dan para pemain juga memiliki keinginan yang sama. Namun target utama kami tetap membangun tim agar semakin siap menghadapi Super League," jelasnya.
Ia menegaskan komitmen tim untuk memanfaatkan turnamen pramusim ini sebagai ajang eksperimen dan pematangan skema permainan.
"Jangan lupa, ini adalah turnamen pramusim. Fokus utama kami tetap membangun tim. Seperti yang terlihat pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, kami memberi kesempatan kepada banyak pemain, bahkan ada yang kami coba di posisi berbeda. Kami ingin mengetahui karakteristik dan kontribusi yang bisa mereka berikan untuk tim," tutup Coach Tavares.
Dukungan atas proses yang dijalankan tim juga disampaikan oleh pemain belakang Persebaya, Jefferson Silva, yang menilai performa tim terus mengalami peningkatan.
"Saya melihat tim terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Kami mulai menjalankan apa yang diinginkan pelatih dan staf pelatih. Ketika semua pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik, kami bisa menciptakan lebih banyak peluang dan meningkatkan kualitas permainan tim," ujar Jefferson.
Pemain berusia 29 tahun tersebut meminta rekan-rekannya untuk tetap konsisten dan tidak cepat puas dengan hasil yang diraih sejauh ini.
"Kami sedang berada di jalur yang baik. Sekarang tugas kami adalah mempertahankan kerja keras, terus berkembang, dan melangkah sedikit demi sedikit. Kami tidak boleh cepat puas karena masih banyak hal yang harus kami tingkatkan," tegasnya.
Jefferson menambahkan bahwa pengaturan waktu istirahat menjadi krusial di tengah padatnya agenda pertandingan turnamen.
"Waktu pemulihan sangat penting bagi kami. Jadwal pertandingan yang sangat padat membuat setiap jam untuk beristirahat menjadi sangat berharga. Dengan kondisi fisik yang lebih baik, kami bisa tampil maksimal di pertandingan berikutnya," tutup Jefferson.
Di sisi lain, pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, menyatakan perpindahan lokasi pertandingan ke Bali tidak memengaruhi persiapan maupun mentalitas bertanding anak asuhnya.
"Di mana pun tempatnya, kami harus memainkan pertandingan semifinal ini karena kami telah berjuang dan memenangkan tiket tersebut. Ini akan menjadi pertandingan besar, derbi terbesar di Indonesia," tegas Marcos Santos.
Ia menegaskan Arema FC mengusung rasa percaya diri tinggi berkat status sebagai pemegang rekor gelar juara terbanyak di ajang Piala Presiden.
"Kami datang ke semifinal dengan kondisi sangat kuat berkat dua kemenangan di laga sebelumnya. Kami siap melaju ke final dengan tetap menghormati Persebaya, tetapi kami akan memberikan perlawanan terbaik dan mengingat bahwa Arema adalah pemenang terbanyak di turnamen ini," lanjutnya.
Laga semifinal Piala Presiden 2026 menerapkan sistem satu pertandingan langsung gugur. Tim yang keluar sebagai pemenang akan melaju ke babak final, sedangkan tim yang kalah akan berlaga di perebutan tempat ketiga.