Penelitian Terbaru Ungkap Peran Gula Kompleks dalam ASI untuk Perkembangan Otak Bayi
ASI bukan hanya sumber nutrisi utama bagi bayi, tetapi juga mengandung gula kompleks yang berperan dalam perkembangan otak dan kemampuan bayi. Penelitian dari Child Cohort Study di Kanada menunjukkan adanya kaitan antara kandungan asam lemak dan gula dalam ASI dengan perkembangan saraf pada bayi.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Nutrition ini melibatkan 240 ibu dan bayi di Edmonton, Kanada, dengan pengujian sampel ASI saat bayi berusia 3–4 bulan. Para peneliti menganalisis 20 jenis asam lemak dan 19 jenis gula, lalu mengaitkannya dengan perkembangan kognitif, bahasa, dan motorik bayi pada usia 1 dan 2 tahun.
Dr. Sarah Turner, peneliti utama dari University of Manitoba, menjelaskan penelitian ini bertujuan mengungkap komponen ASI yang memengaruhi hubungan antara durasi pemberian ASI dan perkembangan saraf anak. Ia menegaskan bahwa pemberian ASI yang lebih lama dan eksklusif selama masa awal berhubungan dengan hasil perkembangan saraf yang lebih baik.
Hasil penelitian mengungkap bahwa kadar asam lemak jenuh yang lebih tinggi dalam ASI berkontribusi pada perkembangan motorik yang lebih baik pada bayi usia satu tahun. Sebaliknya, beberapa asam lemak tak jenuh, termasuk omega-3 dan omega-6, ditemukan berkaitan dengan skor kognitif dan motorik yang lebih rendah.
Selain asam lemak, penelitian juga menemukan hubungan antara human milk oligosaccharides (HMOs), yakni gula kompleks dalam ASI, dengan kemampuan bahasa dan motorik bayi. HMOs berfungsi sebagai komponen bioaktif, bukan hanya sebagai sumber energi biasa.
Uniknya, hubungan antara HMOs dan perkembangan bayi dipengaruhi oleh status sekretor ibu, yang terkait dengan aktivitas gen FUT2. Gen ini memengaruhi jenis gula yang terkandung dalam ASI dan bagaimana tubuh bayi memanfaatkannya, menunjukkan kompleksitas biologis ASI yang belum sepenuhnya dipahami.
"Temuan ini mengingatkan bahwa ASI merupakan sistem biologis yang hidup dan masih banyak aspek yang perlu diteliti lebih lanjut," ujar Dr. Turner.
Dr. Meghan Azad, kepala Manitoba Interdisciplinary Lactation Centre, menyatakan studi ini sebagai yang terbesar hingga kini mengeksplorasi hubungan antara asam lemak, HMOs, dan perkembangan saraf bayi. Penelitian ini membantu menjelaskan mekanisme bagaimana ASI mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak.
Meski demikian, perkembangan bayi dipengaruhi oleh banyak faktor lain seperti genetika, nutrisi tambahan, lingkungan, dan stimulasi, sehingga satu komponen ASI tidak langsung menentukan kecerdasan anak.
Informasi ini dikutip dari HaiBunda sebagai sumber utama.