Peneliti Ungkap Peran Genetik dan Pola Asuh dalam Kecerdasan Anak

Share

Faktor genetik dari orang tua ternyata bukan penentu utama kecerdasan seorang anak, seperti dikutip dari Detikcom. Studi genetika dari The Pennsylvania State University mengungkapkan faktor keturunan hanya berkontribusi sebesar 20 hingga 40 persen terhadap tingkat IQ.

Pengujian lanjutan dilakukan oleh peneliti Universitas Queensland dengan mengumpulkan sampel DNA serta skor IQ dari 18.000 anak usia 6-18 tahun di Austria, Inggris, dan Belanda. Riset tersebut mengonfirmasi keberadaan gen FNBP1L yang memang memiliki korelasi signifikan dengan tingkat kecerdasan manusia.

Meskipun gen tersebut terdeteksi, para peneliti menekankan bahwa 60 sampai 80 persen kecerdasan anak dibentuk oleh faktor di luar genetika. Porsi terbesar pendorong kepintaran justru datang dari pengalaman pertumbuhan serta lingkungan pengasuhan.

Anak dari orang tua cerdas biasanya diuntungkan oleh pola asuh yang mendukung perkembangan potensi secara maksimal. Orang tua yang menerapkan pola pikir berkembang atau growth mindset terbukti memberikan dampak pendidikan yang lebih positif bagi buah hati mereka.

"Growth mindset seorang ibu adalah keyakinan bahwa dengan mengembangkan kemampuannya, maka seorang ibu dapat membantu anak-anaknya mempelajari hal-hal baru serta mengembangkan dan memperluas kemampuan mereka," kata Mei Elansary, spesialis pediatri di Boston Medical Center.

Studi Harvard yang dipimpin profesor pediatri Charles Nelson menemukan fakta lain terkait tingkat stres orang tua. Bayi dari ibu yang mengalami stres tinggi dengan pola pikir tetap menunjukkan penurunan aktivitas otak.

Kondisi berbeda terlihat pada anak yang dibesarkan oleh ibu berpola pikir berkembang. Peneliti mencatat mereka tetap terlindungi dari dampak negatif, meskipun sang ibu memiliki tingkat stres tinggi.

"Kami menemukan bahwa anak-anak dari ibu yang memiliki tingkat stres tinggi dan juga memiliki pola pikir berkembang terlindungi; mereka terlindungi dari dampak negatif tingkat stres yang tinggi," kata Elansary.

Sistem pengasuhan ideal juga membutuhkan dukungan komprehensif dari lingkungan eksternal. Keterlibatan sosok ayah, kebijakan cuti kerja, fasilitas publik yang memadai, hingga akses pendidikan yang merata menjadi elemen penting pendukung tumbuh kembang.

Mengutip MedlinePlus, indikator kecerdasan mencakup kemampuan bernalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, serta beradaptasi. Kecerdasan melibatkan interaksi kompleks dari banyak gen yang masing-masing memberikan kontribusi kecil, sehingga tidak bisa disimpulkan hanya dari satu gen tunggal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author