Pep Guardiola Peringatkan Barcelona Terkait Ambisi Besar Liga Champions

Share

Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan peringatan keras kepada Barcelona mengenai risiko besar akibat terlalu terobsesi menjuarai Liga Champions. Pernyataan tersebut disampaikan Guardiola dalam acara Yayasan Johan Cruyff di Katalonia, dilansir dari Bola.

Klub raksasa asal Spanyol tersebut tercatat belum pernah lagi memenangi kompetisi tertinggi antarklub Eropa sejak tahun 2015. Situasi ini memicu tekanan besar bagi Blaugrana, terutama setelah rival abadi mereka, Real Madrid, sukses meraih lima trofi Liga Champions pada periode puasa gelar yang sama.

Tekanan Eropa ini sebelumnya pernah memicu pemecatan Ernesto Valverde pada Januari 2020, kendati ia sukses mempersembahkan dua gelar La Liga selama periode 2017 hingga 2019. Guardiola menilai fokus berlebih pada kompetisi Eropa berpotensi merusak fondasi tim.

"Liga Champions menghancurkan banyak proyek. Saya berharap itu tidak terjadi pada Barcelona," kata Guardiola.

"Kita tidak boleh berpikir bahwa hanya karena gagal memenanginya, semua hal yang sudah dibangun menjadi tidak bernilai. La Liga adalah kompetisi yang menunjukkan konsistensi Anda."

Guardiola yang baru menyelesaikan masa bakti sepuluh tahun di Etihad Stadium menambahkan bahwa turnamen Eropa melibatkan banyak faktor di luar kendali pelatih. Hal tersebut mencakup kesiapan fisik pemain bebas cedera hingga dampak dari keputusan pengadil lapangan.

"Di Liga Champions, Anda harus tiba di fase akhir dalam kondisi terbaik, tanpa cedera. Pengaruh keputusan wasit juga sangat besar dalam kompetisi ini."

"Yang terpenting adalah kualitas pekerjaan sehari-hari dan tim terus berkembang. Jangan berpikir bahwa jika Anda gagal mencapai final Liga Champions atau gagal memenanginya maka musim tersebut otomatis buruk," ujar Guardiola.

"Yang menentukan apakah sebuah musim berjalan baik atau tidak adalah La Liga," tegasnya.

Kendati memberikan peringatan, pria berusia 55 tahun itu mengapresiasi kinerja Hansi Flick yang sukses membawa Barcelona menang 2-0 atas Real Madrid di Camp Nou pada 10 Mei 2026. Menurut Guardiola, performa tim dalam dua tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat menghibur.

"Mereka menjalani dua tahun yang luar biasa," ujar Guardiola.

"Bukan hanya karena hasil yang diraih, tetapi juga karena cara mereka bermain dan betapa menyenangkannya menyaksikan mereka bertanding."

"Saya penggemar berat Hansi Flick, cara dia memainkan sepak bola, dan saya berharap dia bertahan selama mungkin," ucap pria berusia 55 tahun itu.

Menghadapi musim bursa transfer mendatang, Barcelona dikabarkan terus membidik Bernardo Silva dan Julian Alvarez demi memperkuat skuad peninggalan bursa transfer sebelumnya setelah mendatangkan Anthony Gordon. Guardiola memberikan pandangan singkat mengenai kualitas mantan anak asuhnya tersebut.

"Bernardo adalah pemain yang bisa beradaptasi dengan tim mana pun. Dia terlalu bagus," kata Guardiola.

"Dia juga sangat bagus. Pemain-pemain Manchester City memang sangat bagus," katanya.

Hingga saat ini, proses kepindahan Bernardo Silva dan Julian Alvarez ke Camp Nou untuk musim 2026/2027 masih belum menemui kepastian resmi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author