Penyebab Vasospasme Puting saat Menyusui dan Cara Mengatasinya
Rasa nyeri yang hebat pada puting saat atau sesudah proses menyusui sering kali dianggap sekadar akibat pelekatan bayi yang kurang pas atau luka biasa. Namun, rasa sakit berdenyut tersebut bisa menandakan kondisi medis yang dikenal sebagai vasospasme puting, seperti dilansir dari HaiBunda.
Kondisi ini terjadi ketika aliran darah menuju area puting berkurang secara signifikan akibat penyempitan pembuluh darah. Paparan udara dingin, trauma akibat penggunaan pompa ASI, pelekatan yang keliru, hingga sindrom Raynaud dapat menjadi pemicu utamanya.
Dokter spesialis kandungan Dr. Andrea Eisenberg memaparkan mekanisme di balik gangguan ini. "Vasospasme adalah kondisi ketika pembuluh darah di puting menyempit sehingga aliran darah ke area tersebut berkurang," kata Dr.
Andrea Eisenberg. Ia menegaskan bahwa penyempitan inilah yang menimbulkan rasa sakit serta peningkatan sensitivitas.
Penyempitan pembuluh darah atau vasokonstriksi tidak hanya terjadi pada area puting, tetapi juga bisa melanda organ tubuh lain seperti jari tangan, jari kaki, hingga hidung. Perubahan warna pada area puting menjadi putih, kebiruan, atau ungu sebelum kembali ke warna semula merupakan tanda khas dari gangguan ini.
Anatomi area puting sebenarnya memang dilengkapi dengan otot-otot berukuran kecil. Ahli bedah onkologi payudara di University of New Mexico Comprehensive Cancer Center, Dr. Stephanie Fine, menjelaskan proses terjadinya reaksi nyeri tersebut.
"Puting memang memiliki otot-otot kecil yang secara normal berkontraksi sebagai respons terhadap rangsangan, termasuk suhu dingin. Namun pada vasospasme, respons tersebut menjadi berlebihan sehingga menimbulkan rasa sakit," tutur Dr. Stephanie Fine.
Gejala umum yang dirasakan meliputi sensasi menusuk, terbakar, atau berdenyut pada area payudara yang memburuk saat suhu dingin atau stres. Rasa tidak nyaman tersebut kerap menjalar ke bagian dalam jaringan payudara.
Banyak wanita merasa khawatir keluhan ini berhubungan dengan keganasan pada payudara. Dokter spesialis kandungan dan ginekologi Dr. Danika Forgach memberikan penjelasan mengenai kekhawatiran tersebut.
"Kanker payudara biasanya tidak pertama kali muncul dengan nyeri sebagai gejala," ujar Dr. Danika Forgach.
Faktor Pemicu Utama
Suhu dingin menjadi pemicu lingkungan yang paling sering memicu penyempitan pembuluh darah ini. Meski demikian, data dari Cleveland Clinic mencatat bahwa gangguan akibat paparan udara dingin umumnya bersifat sementara dan membaik dalam kurun waktu beberapa menit setelah tubuh mendapatkan kehangatan kembali.
Selain faktor suhu, aktivitas menyusui dan memompa ASI turut menyumbang risiko tinggi, terutama jika terjadi trauma fisik. Pakar laktasi Dr. Anne R.
Eglash menyebutkan bahwa produksi ASI berlebih juga berpotensi memicu timbulnya gejala ini. Penanganan terhadap produksi ASI yang melimpah terbukti dapat meredakan tekanan pada pembuluh darah setempat.
Di sisi lain, sindrom Raynaud yang memengaruhi sekitar 3 hingga 5 persen populasi menjadi faktor pemicu medis lainnya. Dr. Danika Forgach menerangkan dampak sindrom tersebut pada tubuh.
"Ketika cuaca dingin di luar, beberapa wanita (dengan kondisi ini) mengalami vasokonstriksi pada ekstremitas perifer, sehingga jari tangan dan kaki Anda akan menjadi putih," jelas Dr. Danika Forgach. Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti beta blocker untuk tekanan darah tinggi atau obat stimulan ADHD, juga memiliki efek samping yang dapat menyempitkan pembuluh darah.
Langkah Penanganan dan Penjagaan Kehangatan
Penanganan awal vasospasme dapat dilakukan dengan menjaga seluruh tubuh dan area dada tetap hangat, serta menghindari perubahan suhu ekstrem secara mendadak. Menempelkan kompres hangat pada area puting sesaat setelah menyusui atau memompa ASI efektif mengurangi rasa kram pembuluh darah.
Apabila gejala dipicu oleh kesalahan teknis menyusui, perbaikan posisi pelekatan mulut bayi menjadi prioritas yang harus diselesaikan. Konsultasi bersama konsultan laktasi sangat dianjurkan untuk memastikan teknik yang digunakan sudah benar.
Pada kondisi yang tergolong berat, penanganan medis memerlukan terapi farmakologi. Dokter dapat meresepkan obat golongan calcium channel blocker, seperti nifedipine, untuk melebarkan kembali dinding pembuluh darah. Penggunaan obat-obatan ini wajib berada di bawah pengawasan ketat medis.
Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Medis
Pemeriksaan ke dokter atau fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan jika rasa sakit yang dialami sangat hebat, tidak berkurang, atau perubahan warna puting menetap. Kondisi luka terbuka yang tidak kunjung sembuh, munculnya tanda infeksi, serta adanya benjolan tidak biasa di area payudara juga membutuhkan penanganan profesional dengan cepat.