Penyebab Ukuran Payudara Mengecil Sendiri dan Cara Menjaganya

Share

Ukuran payudara wanita dapat mengalami perubahan, termasuk mengecil dengan sendirinya dalam fase kehidupan tertentu. Dilansir dari HaiBunda, organ ini terdiri atas jaringan lemak, kelenjar, serta saluran ASI yang ukurannya dipengaruhi oleh kondisi tubuh.

Penjelasan Johns Hopkins Medicine menyebutkan bahwa payudara terus berubah sepanjang hidup manusia. Fase perubahan tersebut dimulai dari masa pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, hingga memasuki masa menopause.

Hormon estrogen dan progesteron menjadi faktor utama yang mengontrol ukuran payudara. Estrogen berperan membangun saluran payudara, sedangkan progesteron memengaruhi proses pembentukan kelenjar.

Penelitian dalam European Journal of Obstetrics & Gynecology menunjukkan keterlibatan langsung kedua hormon ini dalam perkembangan jaringan. Ketika kadar hormon tersebut menurun, seperti setelah masa menyusui atau menopause, payudara dapat terlihat lebih kecil.

Studi dari jurnal Breast Cancer Research juga menemukan bahwa fluktuasi hormon memengaruhi kepadatan dan struktur jaringan seiring berjalannya waktu.

Siklus Menstruasi dan Berat Badan

Volume payudara sering kali membesar sebelum haid dan kembali normal setelah periode tersebut selesai. Riset dalam jurnal The BMJ menemukan volume payudara dapat berubah sampai sekitar 100 ml selama satu siklus menstruasi karena pengaruh hormon yang bersifat sementara.

Selain faktor hormon, penyusutan berat badan turut berdampak langsung pada ukuran payudara karena sebagian besar komponennya diisi oleh jaringan lemak. Johns Hopkins Medicine menyatakan komposisi payudara sangat bergantung pada fluktuasi lemak tubuh.

Jaringan lemak tubuh bersifat dinamis dan berubah sesuai keseimbangan kalori, berdasarkan laporan dari jurnal Obesity Reviews. Saat total lemak tubuh berkurang, volume di area dada juga akan ikut menyusut.

Bentuk payudara dapat dijaga agar tetap ideal saat berat badan turun melalui olahraga teratur seperti latihan otot dada. Langkah ini perlu didukung dengan penggunaan bra yang menopang secara tepat serta menjaga penurunan berat badan secara bertahap.

Dampak Menyusui dan Penuaan

Payudara juga mengalami penyusutan setelah masa menyusui selesai karena produksi ASI berhenti total. Kondisi ini membuat kelenjar susu yang semula aktif memasuki fase istirahat dan jaringannya mengecil kembali.

Pada beberapa wanita, simpanan lemak di area dada tidak kembali ke volume semula setelah menyusui. Riset dalam Breast Cancer Research menegaskan perubahan hormon pascakehamilan mengubah struktur jaringan sehingga payudara tampak kurang padat.

Memasuki usia lanjut, produksi estrogen yang menurun drastis membuat jaringan payudara kehilangan elastisitasnya. Menurut Johns Hopkins Medicine, perubahan bentuk, ukuran, dan kekencangan dada merupakan bagian alami dari proses penuaan.

Kondisi menyusutnya payudara ini sepenuhnya normal selama tidak disertai gejala klinis seperti nyeri hebat, munculnya benjolan, atau perubahan drastis yang tidak wajar. Pemeriksaan ke dokter sangat disarankan jika perubahan terjadi secara mendadak tanpa penyebab yang jelas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author