Dokter Ungkap Penyebab Perut Mulas Sebelum Lari Akibat Anxiety Pre Race
Hari perlombaan atau race day menjadi momen yang paling dinantikan oleh para pelari. Berbagai persiapan mulai dari sepatu karbon terbaik hingga jersei kebanggaan dengan nomor dada telah dipasang rapi untuk memecahkan rekor waktu pribadi.
Namun, bagi sebagian orang, momen krusial ini justru memicu tekanan emosional yang tinggi. Tekanan tersebut sering kali menyebabkan gangguan tidur pada malam sebelum perlombaan hingga rasa gugup yang melanda saat tiba di lokasi acara.
Dampaknya, kondisi tidak terduga seperti perut mulas dan dorongan kuat untuk buang air besar muncul secara mendadak. Fenomena ini dikenal dalam dunia olahraga sebagai sebuah respons fisik akibat kecemasan.
Spesialis kedokteran olahraga, dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO menerangkan, rasa gugup memiliki hubungan langsung dengan kondisi perut mulas. Dilansir dari Detik Health, gangguan pencernaan yang muncul sebelum pelepasan pelari ini disebut sebagai anxiety pre-race.
"Anxiety pre-race mengaktifkan sistem saraf simpatis bahkan sebelum start gun. Gut-brain axis, adalah konsep yang sudah well-established," kata dr Andi.
Sistem pencernaan manusia memiliki jalur saraf mandiri yang dikenal sebagai enteric nervous system. Jalur saraf ini bekerja secara sensitif dan sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional individu.
"Saluran cerna kita punya sistem saraf sendiri (enteric nervous system) yang sangat dipengaruhi status emosional. Itu sebabnya banyak pelari harus bolak-balik toilet 2-3 kali sebelum start, padahal sudah BAB di hotel," sambungnya.
Masalah perut mulas ini dapat memburuk apabila pelari tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup pada malam hari sebelum kompetisi dimulai.
"Kurang tidur mengganggu regulasi otonom, meningkatkan baseline kortisol, dan menurunkan toleransi gut terhadap stres fisik," katanya.
Kondisi fisik yang prima setelah menjalani masa pengurangan porsi latihan atau taper yang baik tetap bisa terganggu jika waktu tidur terabaikan.
"Pelari yang taper-nya bagus tapi tidur kurang the night before sering terkena. Implikasinya, persiapan mental dan tidur sama pentingnya dengan persiapan fisik," tutupnya.
Rasa mulas mendadak sebelum start menjadi tantangan berat yang nyata bagi pelari karena berpotensi merusak fokus latihan ketahanan yang sudah dibangun selama berbulan-bulan.