Prof Ari Fahrial Syam Ungkap Penyebab Pelari Sering Ingin Kentut Saat Lomba

Share

Sensasi perut kembung dan keinginan buang angin sering kali melanda para pelari ketika sedang mengikuti perlombaan resmi. Kondisi ini ternyata dipicu oleh faktor biologis yang wajar terjadi pada tubuh manusia.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi-hepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH menjelaskan bahwa dorongan tersebut berkaitan erat dengan peningkatan gerakan peristaltik usus. Gerakan otot saluran pencernaan ini bekerja secara otomatis.

Dikutip dari Detik Health, guncangan fisik sewaktu beraktivitas mempercepat sensitivitas organ dalam tubuh.

"Kita tahu juga saat berlari itu memberikan guncangan pada usus, kemudian (usus) jadi lebih sensitif," kata Prof Ari ketika dihubungi oleh detikcom, Selasa (26/5/2026).

Peningkatan hormon di dalam tubuh ikut memberikan pengaruh besar terhadap stimulasi pergerakan sistem pencernaan.

"Dan satu hal lagi juga, kita sebutkan tadi kenapa peristaltik meningkat karena hormon stres adrenalin itu juga meningkat, ini juga akan merangsang motilitas usus," sambungnya.

Kondisi medis lain yang kerap memicu penumpukan gas berlebih di dalam perut dikenal dengan istilah aerofagia.

"Jadi udara yang masuk dalam mulut ke usus, dan ini juga bisa menyebabkan kembung pada seseorang dan dia akan merangsang timbulnya kentut tadi," kata Prof Ari.

Peningkatan frekuensi buang angin ini akan mencapai puncaknya sewaktu tubuh melakukan aktivitas fisik yang intens.

"Dan biasanya memang, ini artinya peningkatan kentut ini meningkat pada saat dia berlari," sambungnya.

Guna mengantisipasi gangguan tersebut, para atlet disarankan untuk membatasi konsumsi minuman berkarbonasi serta tidak mengunyah makanan terlalu cepat sebelum jadwal kompetisi dimulai.

"Dan menghindari makanan kol, sawi, brokoli, itu dihindari sebelum mengikuti lari. Tapi secara umum yang ususnya tidak sensitif, tidak mudah kembung tidak masalah dia melakukan hal tersebut," tutupnya.

Gejala perut melilit dan dorongan buang air besar mendadak menjelang start menjadi tantangan berat bagi komunitas pelari. Persiapan fisik berupa latihan ketahanan berbulan-bulan bisa terganggu akibat munculnya fenomena runner's trot ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author