Dokter Ortopedi Ungkap Penyebab Nyeri Otot Usai Lomba Agustusan
Aktivitas fisik berintensitas tinggi saat mengikuti ragam lomba perayaan HUT RI kerap memicu rasa pegal dan nyeri otot berlebih pada tubuh pada keesokan harinya, khususnya bagi masyarakat yang jarang berolahraga rutin.
Kondisi medis yang menimbulkan rasa tidak nyaman tersebut dikenal sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Munculnya keluhan ini menjadi hal yang lumrah dialami setelah tubuh melakukan gerakan fisik yang jauh lebih berat atau berbeda dari kebiasaan sehari-hari.
Rasa nyeri akibat DOMS umumnya tidak langsung muncul secara seketika saat aktivitas berlangsung. Keluhan biasanya mulai terdeteksi beberapa jam usai kegiatan dan mencapai titik puncaknya dalam rentang waktu 24 hingga 72 jam setelahnya.
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dari Mayapada Hospital, dr Oryza Satria, SpOT(K), memaparkan mekanisme biologis yang menjadi pemicu timbulnya rasa nyeri pada otot tubuh tersebut.
"Nyeri biasanya mulai terasa beberapa jam setelah aktivitas dan sering paling terasa sekitar 24-72 jam kemudian," kata dr Oryza Satria, SpOT(K), Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital.
Proses peradangan ringan pada otot dan jaringan sekitarnya menjadi faktor utama yang meningkatkan sensitivitas saraf penerima rasa nyeri di dalam tubuh manusia.
"Konsep terbaru mengatakan bahwa DOMS berkaitan stres mekanik pada otot dan jaringan di sekitarnya, yang memicu reaksi peradangan ringan dan membuat saraf nyeri menjadi lebih sensitif," ujar dr Oryza Satria, SpOT(K), Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital.
Penanganan kondisi ini tidak memerlukan istirahat total di tempat tidur. Pemulihan dapat didukung melalui kecukupan waktu tidur, hidrasi cairan tubuh yang memadai, serta memulai kembali aktivitas harian secara bertahap.
"Tidak perlu bed rest total. Kalau hanya pegal biasa, tubuh umumnya akan pulih dalam beberapa hari," kata dr Oryza Satria, SpOT(K), Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital.