Penyebab Hasil USG Kelamin Bayi Berbeda Saat Lahir
Mengetahui jenis kelamin janin sebelum persalinan melalui ultrasonografi (USG) menjadi momen yang dinanti banyak orang tua. Namun, sebagian orang tua mendapati jenis kelamin bayi mereka tidak sesuai dengan hasil pemindaian tersebut.
Ultrasonografi merupakan metode non-invasif yang memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar jaringan lunak dan organ janin. Prosedur ini aman bagi ibu hamil karena tidak memancarkan radiasi.
Sebuah studi menunjukkan bahwa 69 persen responden berniat mengetahui jenis kelamin janin mereka sesegera mungkin. Dilansir dari HaiBunda, pemeriksaan anatomi terperinci atau USG level 2 biasanya dilakukan antara minggu ke-18 dan ke-22 kehamilan.
Selama proses pemeriksaan, teknisi mengoleskan gel di perut ibu dan menggerakkan transduser di atasnya. Selain melihat organ reproduksi, tindakan ini bertujuan mengukur ukuran bayi, mengevaluasi janin, memantau detak jantung, memeriksa organ utama, memantau cairan ketuban, dan memeriksa posisi plasenta.
Ketepatan hasil USG sangat dipengaruhi oleh waktu pelaksanaannya. Pemeriksaan pada akhir trimester pertama, sekitar minggu ke-11 hingga ke-14, memiliki tingkat akurasi sekitar 75 persen berdasarkan data dari laman Whattoexpect.
Akurasi pemindaian meningkat hingga hampir 100 persen saat memasuki trimester kedua atau ketiga. Kesalahan yang paling sering terjadi pada awal kehamilan adalah mengidentifikasi janin laki-laki sebagai perempuan akibat kemiripan ukuran klitoris dan penis.
Faktor lain yang memengaruhi ketepatan hasil meliputi posisi bayi di dalam rahim, ukuran tubuh ibu, serta kondisi kehamilan kembar yang dapat menghalangi pandangan teknisi.
Indikator Jenis Kelamin pada Monitor USG
Teknisi USG mengidentifikasi jenis kelamin berdasarkan ciri khas tertentu yang tampak pada layar pemindaian.
Tanda Janin Perempuan
Pada janin perempuan, teknisi mencari tampilan labia dan klitoris yang dikenal dengan istilah tanda hamburger. Struktur ini memperlihatkan bibir labia yang menyerupai roti dengan klitoris di bagian tengahnya.
Selain itu, terdapat tanda sagittal yang diperoleh dari profil samping janin. Jika tonjolan di ujung tulang belakang atau takik kaudal mengarah ke bawah, janin tersebut kemungkinan besar berjenis kelamin perempuan.
Tanda Janin Laki-laki
Penentuan janin laki-laki umumnya mengandalkan keberadaan alat kelamin yang jelas seperti testis, skrotum, dan penis. Tanda kura-kura sering menjadi acuan ketika ujung penis tampak mengintip dari balik testis.
Pada pemindaian sagittal, takik kaudal yang mengarah ke atas menandakan janin laki-laki. Jika posisi takik berada di antara kedua arah tersebut, penentuan jenis kelamin menjadi lebih sulit dilakukan secara pasti.
Metode Alternatif Pemeriksaan
Pemeriksaan USG bukan satu-satunya cara untuk mendeteksi jenis kelamin anak di dalam kandungan. Orang tua dapat memilih beberapa prosedur medis lain yang memiliki tujuan utama mendeteksi kelainan genetik.
Metode pertama adalah Non-invasive prenatal screening (NIPT) yang menggunakan sampel darah ibu untuk menganalisis kromosom janin sejak minggu ke-10 kehamilan. Prosedur ini mendeteksi kelainan seperti down syndrome sekaligus memastikan jenis kelamin.
Metode kedua berupa Chorionic villus sampling (CVS) yang dilakukan pada minggu ke-10 hingga ke-13 dengan mengambil sel dari plasenta. Ketiga, prosedur Amniocentesis yang mengeksplorasi cairan ketuban antara minggu ke-15 dan ke-20 kehamilan.