Dokter Gizi Ungkap Alasan Berat Badan Stagnan Saat Diet dan Olahraga

Share

Upaya menurunkan berat badan sering kali memicu tanda tanya ketika angka di timbangan tidak kunjung berkurang. Padahal, rutinitas olahraga dan penyesuaian pola makan sudah dijalankan secara konsisten.

Kondisi tubuh yang terasa lebih ringan kerap tidak sejalan dengan hasil penimbangan. Perubahan tersebut rupanya berkaitan erat dengan pergeseran komposisi di dalam tubuh.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut, seperti dikutip dari HaiBunda.

"Nah, itu bisa jadi karena komposisinya udah berubah nih, yang tadinya tinggi lemak, sekarang ternyata lemaknya udah turun, tapi yang meningkat adalah masa otot," kata dr Yaze.

Proses penurunan kadar lemak yang diimbangi dengan kenaikan massa otot merupakan respons ideal dari kombinasi diet dan aktivitas fisik. Olahraga membantu membakar jaringan lemak tanpa mengikis massa otot.

"Jadi memang kalau kita menurun berat badan, memang itu yang kita inginkan. Dengan adanya olahraga, itu yang hilang cuma si lemak aja. Si masa ototnya justru meningkat," tutur dr Yaze.

Perubahan struktur jaringan tubuh ini yang membuat bobot total cenderung stabil dalam jangka waktu cukup lama. Lemak yang berkurang digantikan oleh massa otot yang lebih padat.

Penilaian keberhasilan program penurunan berat badan tidak sepatutnya hanya berpatokan pada ukuran berat total. Evaluasi secara menyeluruh perlu dilakukan untuk memantau perkembangan tubuh.

"Jadi, intinya sebenarnya diet kamu itu progres-nya udah baik, tapi memang kalau bisa harus tetap dilakukan kayak penimbangan komposisi tubuh, supaya kamu bisa pantau sebenarnya lemaknya udah turun berapa banyak, terus ototnya udah mulai naik berapa kilo," ujar dr Yaze.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author