Penyebab Berat Badan Bayi Baru Lahir Turun pada Hari Pertama

Share

Penurunan berat badan pada bayi baru lahir sering kali memicu kekhawatiran bagi para orang tua. Padahal, kondisi tersebut tergolong alami dan wajar terjadi pada hari-hari awal setelah persalinan.

Dilansir dari HaiBunda, mayoritas bayi yang lahir cukup bulan dan sehat akan mengalami penurunan berat badan berkisar 5 hingga 10 persen dari bobot awal lahirnya.

Kondisi ini terjadi lantaran bayi lahir membawa kelebihan cairan yang bakal dikeluarkan tubuh secara bertahap dalam beberapa hari pertama kehidupan.

Pengurangan bobot tersebut tidak perlu dirisaukan selama batasnya tidak melebihi angka 10 persen dari total berat lahir si kecil.

Ukuran lambung bayi baru lahir masih sangat terbatas sehingga asupan makanan yang masuk pun terbilang amat sedikit. Bayi biasanya butuh beberapa pekan untuk mengembalikan bobot awal.

Kendati demikian, tren kenaikan berat badan umumnya sudah mulai terlihat ketika bayi menginjak usia lima hari pascalahir.

Waktu pemulihan dapat berlangsung lebih lambat hingga tiga minggu apabila bayi lahir prematur, sedang sakit, atau mengalami penurunan bobot secara drastis.

Orang tua dapat memantau beberapa indikator utama dan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi tumbuh kembang buah hati berjalan optimal.

Pertama, perhatikan frekuensi menyusu harian. Bayi penerima ASI umumnya menyusu minimal 8 kali dalam 24 jam, sedangkan bayi konsumsi susu formula biasanya makan tiap 3-4 jam.

Kedua, cermati durasi dan asupan susu setiap sesi. Bayi idealnya menyusu minimal 10 menit dengan ritme menelan setelah 3-4 kali hisapan hingga tampak mengantuk tanda kenyang.

Ketiga, amati frekuensi buang air kecil. Bayi berusia 3-5 hari rata-rata buang air kecil enam kali sehari, lalu meningkat menjadi 6-8 kali basah per hari.

Keempat, pantau buang air besar. Pada hari pertama, bayi mungkin hanya sekali buang air besar dengan feses gelap dan lengket, sebelum berubah warna menjadi kuning kehijauan pada hari ketiga atau keempat.

Cara Memantau Pertambahan Berat Badan di Rumah

Penimbangan rutin oleh tenaga medis dilakukan setiap 24 jam selama di rumah sakit, serta dilanjutkan pada kunjungan pemeriksaan berkala.

Di luar pemeriksaan medis, penghitungan jumlah popok harian dapat menjadi acuan praktis untuk menilai kecukupan asupan nutrisi dan kesehatan bayi.

Memasuki hari keenam, bayi yang sehat umumnya membasahi sekitar 6 sampai 8 popok per hari.

Untuk buang air besar, bayi biasanya mengotori popok minimal dua kali sehari. Bayi yang mengonsumsi ASI bisa buang air besar lebih sering hingga lima kali atau lebih.

Pada bulan pertama kelahiran, pertumbuhan berat badan bayi idealnya bertambah sekitar 30 gram atau 1 ons setiap harinya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author