9 Penyakit pada Anak Akibat Paparan Asap Rokok Pasif

Share

Sudah banyak diketahui bahwa rokok memiliki dampak negatif bagi kesehatan, baik bagi pelaku maupun orang lain di sekitarnya, terutama anak-anak. Asap rokok pasif diketahui mengandung lebih dari 50 zat kimia yang dapat menyebabkan kanker dan memicu berbagai penyakit mengancam nyawa pada bayi serta balita. Berikut adalah 9 penyakit pada anak akibat paparan asap rokok yang perlu diketahui para orang tua.

  1. Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) — Kematian bayi yang tidak terduga dan sulit dijelaskan pada usia di bawah satu tahun ini dapat disebabkan oleh paparan asap rokok pasif, dengan catatan 120 kematian di AS setiap tahunnya.
  2. Kanker paru-paru — Menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian, paparan asap rokok pasif memicu sekitar 4.120 kematian orang dewasa di AS setiap tahunnya akibat kanker paru-paru.
  3. Penyakit jantung — Menghirup udara kotor yang dipenuhi asap rokok dapat membuat jantung melemah dan telah menyebabkan 15.1540 kematian akibat penyakit jantung di AS.
  4. Stroke — Paparan asap rokok pasif dapat memicu stroke serta meningkatkan risiko kematian dan kecacatan akibat kondisi ini sebesar 20 hingga 30 persen.
  5. Serangan asma — Asma merupakan penyakit kronis yang berisiko mengancam nyawa, di mana kondisinya akan semakin parah dan memburuk hingga menyebabkan serangan asma apabila terkena paparan asap rokok.
  6. Penyakit saluran pernapasan bagian bawah — Bayi dan balita yang terpapar asap rokok pasif memiliki risiko lebih besar terkena penyakit pernapasan akut seperti bronkitis dan pneumonia.
  7. Infeksi atau gangguan telinga — Asap rokok dapat menyebabkan anak mengalami infeksi telinga bagian tengah, dengan kasus yang ditemukan mencapai sekitar 790.000 anak setiap tahunnya.
  8. Bayi dengan berat badan lahir rendah — Ibu hamil yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang kemudian meningkatkan risiko cacat lahir atau infeksi pada Si Kecil.
  9. Pertumbuhan paru-paru yang tidak optimal — Paparan asap rokok pasif dapat menghambat proses perkembangan paru-paru bayi sejak di dalam rahim hingga masa kanak-kanak, sehingga organ tersebut tidak mampu berkembang sepenuhnya.

Melihat betapa berbahayanya asap rokok yang dihirup orang lain, orang tua perlu memberikan contoh yang sehat dengan berhenti merokok dan melakukan langkah pencegahan. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain menjaga rumah dan mobil bebas dari asap rokok, memastikan pengasuh anak tidak merokok, memilih restoran bebas asap rokok, menghindari tempat yang memperbolehkan merokok, serta mengedukasi anak untuk menjauhi asap rokok pasif.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author