Faktor Penurunan Kesuburan Perempuan Setelah Usia 35 Tahun
Kesuburan pada perempuan mulai menurun secara signifikan setelah memasuki usia 35 tahun, terutama terkait dengan berkurangnya jumlah dan kualitas sel telur yang tersedia untuk pembuahan.
Menurut informasi dari John Hopkins Medicine, penurunan kesuburan ini berlangsung secara bertahap sejak usia 35 tahun dan semakin cepat setelah usia 37 tahun. Perempuan dilahirkan dengan sejumlah sel telur yang menurun seiring waktu, sehingga peluang hamil menurun seiring bertambahnya usia.
Penurunan kualitas dan kuantitas sel telur berperan penting dalam menurunnya kemungkinan hamil secara alami. Studi di Denmark menunjukkan tingkat keberhasilan kehamilan menurun dari 88 persen pada usia 30-34 tahun menjadi 73 persen pada usia 35-40 tahun dalam 12 siklus menstruasi.
Selain itu, faktor usia juga meningkatkan risiko keguguran, terutama setelah usia 35 tahun. Penelitian di jurnal BMJ pada 2020 mengungkap risiko keguguran meningkat dari sekitar 10 persen pada usia 20-24 tahun menjadi lebih dari 20 persen pada usia mendekati 35 tahun, dan lebih dari setengah kehamilan pada usia 42 tahun berakhir dengan keguguran.
Risiko lain yang menyertai kehamilan di usia lanjut meliputi diabetes gestasional, kelainan kromosom janin seperti sindrom Down, kelahiran prematur, serta kemungkinan persalinan dengan operasi caesar.
Meski demikian, kehamilan setelah usia 35 tahun tetap memungkinkan dengan berbagai pertimbangan medis. Studi menunjukkan bahwa orang tua yang melahirkan pada usia lebih tua cenderung memiliki harapan hidup lebih lama dan kondisi sosial ekonomi yang lebih baik, yang dapat mendukung perkembangan anak secara optimal.
Faktor kesehatan lain seperti endometriosis dan gangguan pada saluran tuba juga dapat memengaruhi kesuburan seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, penurunan kesuburan mulai terjadi secara bertahap sejak usia 32 tahun dan semakin cepat setelah 35 tahun.
Profesor Anja Bisgaard Pinborg dari University of Copenhagen menyatakan bahwa ketidakstabilan kromosom X pada usia akhir 30-an meningkatkan risiko kelainan kromosom dan keguguran, yang menjadi salah satu penyebab penurunan keberhasilan kehamilan.
Informasi ini dikutip dari HaiBunda dan menjadi dasar penting bagi perempuan yang merencanakan kehamilan di usia matang untuk memahami perubahan biologis yang terjadi.