Masyarakat Iran Hadiri Penghormatan Terakhir Jenazah Ayatollah Ali Khamenei
Peti jenazah mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ditampilkan di depan umum untuk pertama kalinya pada Jumat (3/7/2026) setelah almarhum wafat akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Kehadiran jenazah tersebut disambut oleh tangisan serta teriakan slogan keagamaan dari para pelayat, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Di tengah momentum tersebut, ketegangan regional masih terus membayangi wilayah Timur Tengah.
Kepala Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, turut muncul di Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir di hadapan jenazah. Kehadiran ini menjadi kemunculan publik pertamanya sejak perang Timur Tengah pecah pada Februari lalu demi menghindari potensi pembunuhan.
Sementara itu, Amerika Serikat secara tidak langsung telah memperingatkan Iran terkait rencana Israel yang hendak membunuh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf saat keduanya terlibat perundingan damai.
Militer Iran juga menyatakan protes keras atas kehadiran jet tempur dan pesawat tanpa awak militer Amerika Serikat yang terus-menerus melintas di atas Selat Hormuz.
Pihak Teheran menilai kehadiran militer Washington di jalur perairan vital untuk pasokan minyak dan gas global tersebut dapat mengancam keamanan kawasan secara keseluruhan.
"cepat dan tegas"
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh militer Iran sebagai bentuk respons terhadap setiap bentuk campur tangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat di wilayah Selat Hormuz.
Di sisi lain, Amerika Serikat menegaskan penolakan terhadap segala bentuk perubahan status quo yang dilakukan oleh Teheran di jalur perairan strategis tersebut setelah pembicaraan tidak langsung di Doha, Qatar selesai digelar.