Pengadilan AS Agendakan Sidang Nicolas Maduro Juni 2027
Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dijadwalkan menjalani persidangan di Amerika Serikat pada 1 Juni 2027 mendatang atas dugaan kasus perdagangan narkoba federal dan kepemilikan senjata api. Jadwal persidangan tersebut ditetapkan oleh Hakim Alvin Hellerstein dalam persidangan di New York pada Rabu, 22 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Penetapan tanggal ini disetujui berdasarkan permintaan bersama antara tim jaksa penuntut dan penasihat hukum terdakwa.
Pasangan tersebut ditangkap dari kediamannya di Caracas pada 3 Januari lalu dan telah mendekam di penjara Brooklyn selama lebih dari tujuh bulan. Keduanya secara tegas menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan yang dijatuhkan oleh otoritas hukum Amerika Serikat.
Jaksa penuntut AS menuding Maduro menyalahgunakan kekuasaan negara untuk melindungi serta memfasilitasi jaringan penyelundupan narkoba ilegal. Ia juga dituduh bersekutu dengan kartel untuk mengoperasikan pengiriman berton-ton kokain ke wilayah Amerika Serikat.
Atas tuduhan tersebut, Maduro membantah empat dakwaan yang dialamatkan kepadanya, mencakup konspirasi narko-terorisme, konspirasi impor kokain, serta dua tuduhan terkait kepemilikan senapan mesin dan alat peledak. Sementara itu, Flores menampik tiga dakwaan serupa terkait impor kokain dan kepemilikan senjata berat. Hakim Hellerstein menetapkan agenda persidangan berikutnya pada 17 November 2026. Agenda tersebut ditujukan khusus untuk mendengarkan mosi pembelaan, termasuk keberatan dari pihak kuasa hukum terkait keabsahan proses penangkapan kedua terdakwa.
Sejak penangkapan Maduro, kepemimpinan Venezuela diambil alih oleh mantan Wakil Presiden Delcy Rodriguez. Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat memegang kendali atas ekspor minyak negara tersebut dengan menyalurkan hasil penualannya ke rekening khusus di bawah pengawasan Washington.