Penelitian Ungkap Morning Sickness Terkait Jenis Kelamin Janin Perempuan
Studi terbaru mengungkap bahwa morning sickness yang dialami ibu hamil lebih sering terjadi pada kehamilan dengan janin perempuan, menurut data yang dianalisis dari lebih 1,8 juta catatan gejala. Temuan ini dipublikasikan dan dilansir dari HaiBunda.
Analisis tersebut mengamati 67 gejala kehamilan dan menemukan perbedaan statistik paling mencolok pada mual dan muntah, dengan selisih sekitar 3,2 poin persentase antara ibu yang mengandung janin perempuan dan laki-laki.
Pendekatan ini mengurangi bias karena data dikumpulkan melalui aplikasi pada awal kehamilan ketika jenis kelamin janin belum diketahui oleh peserta.
Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi adalah kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang diketahui berhubungan dengan tingkat mual dan muntah selama kehamilan. Penelitian terhadap 1.682 ibu hamil menunjukkan hubungan antara kadar hCG yang lebih tinggi dengan mual muntah yang lebih berat.
Sebuah penelitian dalam jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica menyatakan bahwa kadar hCG meningkat pada trimester ketiga pada kehamilan dengan janin perempuan, sementara pada janin laki-laki kadarnya menurun.
Namun, penelitian lain di jurnal Taiwan Journal of Obstetrics and Gynecology pada 2019 justru menemukan kadar hCG awal lebih tinggi pada ibu hamil dengan janin laki-laki setelah transfer blastokista tunggal.
Hal ini menunjukkan hubungan antara hCG, morning sickness, dan jenis kelamin janin cukup kompleks dan tidak dapat dijadikan alat pemeriksaan untuk menentukan jenis kelamin.
Meski ada hubungan statistik, tidak semua ibu yang mengalami morning sickness mengandung bayi perempuan. Faktor lain seperti usia ibu, kecenderungan alami mual, dan jumlah kehamilan sebelumnya juga berpengaruh.
Morning sickness yang berat bahkan bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti hyperemesis gravidarum, yang memerlukan perhatian medis terutama jika disertai dehidrasi dan penurunan berat badan.
Oleh karena itu, ibu hamil disarankan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami muntah terus-menerus atau kesulitan memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi.
Penelitian ini menegaskan bahwa meski morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan janin perempuan, kondisinya tidak dapat dijadikan patokan pasti untuk menentukan jenis kelamin bayi.