Pemprov Sulsel Bantah Anulir Hasil Seleksi Paskibraka Nasional 2026

Share

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengklarifikasi isu diskriminasi dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat nasional tahun 2026 pada Selasa (26/4/2026). Pihak pemprov menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Tudingan miring ini mencuat di media sosial setelah seorang siswi SMA asal Kota Makassar dikabarkan gagal lolos. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa peserta tersebut dicoret dari daftar calon Paskibraka nasional akibat tindakan diskriminatif, seperti dilansir dari Detikcom.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Selatan, Bustanul, meluruskan bahwa penentuan akhir untuk tingkat nasional sepenuhnya diputuskan oleh tim pusat. Panitia seleksi dari pusat tersebut terjun langsung ke lapangan bersama tim provinsi selama proses penyaringan berjalan.

"Seleksi ini adalah kewenangan Pemerintah Provinsi, di mana yang diseleksi merupakan utusan terbaik dari kabupaten dan kota. Untuk penentuan ke tingkat pusat dilakukan langsung oleh panitia seleksi pusat yang hadir bersamaan dengan seleksi provinsi," kata Kesbangpol Sulsel Bustanul.

Penetapan hasil akhir dirumuskan oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai instansi pusat. Komponen tim penilai tersebut meliputi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, DPPI Pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden.

Bustanul juga membantah adanya pergantian sepihak karena proses seleksi berjalan secara transparan tanpa ada pengumuman ganda.

"Kalau ada anggapan menganulir atau mengganti, logikanya harus ada pengumuman awal lalu dianulir dan diganti dengan pengumuman baru. Faktanya, pengumuman seperti itu tidak ada," jelas Bustanul.

Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada spekulasi yang berkembang tanpa disertai dokumen pendukung. Penilaian seluruh tahapan seleksi dipastikan berjalan objektif berdasarkan performa masing-masing peserta.

"Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan hasil seleksi," lanjut Bustanul.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author