Pemprov DKI Jakarta Meniadakan Car Free Day di Bundaran HI

Share

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau car free day di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu, 31 Mei 2026. Penutupan sementara area bebas polusi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kebijakan penundaan aktivitas mingguan tersebut mengacu pada Pasal 5 ayat (1) Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Informasi peniadaan ini telah disebarluaskan oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melalui akun Instagram resmi mereka sejak beberapa hari sebelumnya.

Peniadaan ini mengejutkan sejumlah warga yang tetap datang ke lokasi untuk berolahraga karena tidak mengetahui adanya pengumuman tersebut. Salah seorang warga, Izan, tetap melakukan aktivitas olahraga seperti biasa bersama masyarakat lain yang juga memadati kawasan Bundaran HI.

"Nggak tahu (CFD ditiadakan). Tapi ya saya olahraga kayak biasa hari Minggu aja di sini. Yang lain juga banyak yang olahraga soalnya, kan," ujar Izan, warga yang berolahraga.

Izan merasa situasi di jalanan tetap aman dan tidak terganggu oleh lalu lalang kendaraan bermotor yang melintas. Menurut dia, volume kendaraan tidak terlalu padat dan para pejalan kaki yang berolahraga tetap tertib di sisi jalan.

"Aman aja sih saya, soalnya mobil sama motor yang lewat juga nggak banyak. Yang olahraga juga nggak ngehalangin banget mobil yang lewat kayaknya," kata Izan.

Kondisi ketidaktahuan ini juga dialami oleh para pedagang informal di sekitar pusat kota Jakarta tersebut. Rohman, seorang pedagang minuman keliling, mengira kegiatan pembatasan kendaraan tetap berjalan seperti hari Minggu biasanya.

"Nggak tahu, kirain iya (CFD digelar)," kata Rohman, pedagang minuman.

Rohman menjelaskan bahwa omzet penjualannya biasanya jauh lebih tinggi saat pelaksanaan jalur khusus olahraga tersebut. Namun, dia memprediksi kawasan ini akan tetap ramai pembeli pada waktu siang hari.

"CFD biasanya sih (lebih ramai)," kata Rohman.

Dia menambahkan bahwa pada hari libur seperti ini, keramaian masyarakat akan bergeser setelah waktu ibadah siang.

"Pas kalau Minggu ini, kalau hari libur kayak gini, yang ramai itu entar, Bang. Habis Zuhur lah," ujar Rohman.

Berbeda dengan pedagang dan warga, para penyedia jasa transportasi online justru memanfaatkan momentum ini untuk mencari nafkah. Nugie, seorang pengemudi ojek online, sengaja mendekati kawasan Bundaran HI setelah membaca informasi pembatalan kegiatan bebas kendaraan tersebut.

"Iya, saya tahu dari berita-berita hari ini bukan CFD," kata Nugie, pengemudi ojek online.

Nugie mengungkapkan keberadaan warga yang berolahraga di badan jalan membuat para pengendara harus menurunkan kecepatan berkendara mereka. Kendati demikian, situasi tersebut tidak menjadi masalah besar baginya karena masyarakat tetap memosisikan diri dengan baik.

"Ya pasti saya nggak bisa bawa kenceng aja sih sekarang. Tapi nggak apa-apa lah, yang olahraganya juga pada di pinggir," kata Nugie.

Nugie berharap seluruh masyarakat yang beraktivitas di jalan raya tetap mengedepankan aspek keselamatan bersama. Keamanan berlalu lintas diharapkan bisa tercipta melalui sikap saling menghormati antarwarga pengguna jalan.

"Penginnya pada tertib aja lah ya Bang, saling menghargai aja sama motor, mobil yang lewat. Jangan ngehalangin jalan itu aja sih," imbuh Nugie.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author