Pemprov DKI Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan berbagai pertunjukan seni khas Betawi serta permainan tradisional pada kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026).
Berbagai atraksi kesenian tersebut sengaja dihadirkan secara bergerak menyusuri sepanjang jalur pelaksanaan car free day (CFD), seperti dilansir dari Detikcom. Warga yang datang ke lokasi juga diberikan kesempatan untuk mencoba langsung beberapa permainan tradisional, termasuk egrang dan gangsing.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary menjelaskan bahwa rombongan pengisi acara akan terus berjalan menyusuri jalanan agar dapat menghibur seluruh pengunjung yang hadir.
"Ada ondel-ondel nanti sepanjang jalan Rasuna. Ada tiga grup ondel-ondel jumlahnya 30 orang. Jadi tidak di satu titik, tetapi bergerak terus sepanjang kawasan kegiatan," kata Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary.
Pengenalan kembali warisan lokal ini dinilai sangat penting bagi masyarakat luas. Langkah pelestarian kebudayaan tersebut sengaja diupayakan agar nilai-nilai tradisi tidak tergerus oleh kemajuan teknologi digital saat ini.
"Keterlibatan warga dalam aktivitas budaya menjadi cara efektif untuk mengenalkan kembali warisan budaya yang mulai jarang dimainkan di tengah perkembangan era digital," ujarnya.
Penyelenggaraan acara hiburan rakyat ini juga berjalan berkat adanya kerja sama yang terjalin dengan sejumlah sanggar seni lokal dan komunitas adat. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta berupaya memberikan ruang apresiasi bagi para pegiat seni untuk menampilkan karya terbaik mereka.
Miftah berharap pelaksanaan kegiatan ini mampu memperkuat nilai historis serta eksistensi adat lokal masyarakat Jakarta di tengah arus modernisasi perkotaan yang semakin pesat.
"Dengan memanfaatkan momentum HBKB, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan, tetapi juga melalui interaksi langsung yang mendekatkan masyarakat dengan nilai-nilai kearifan lokal," pungkasnya.